Gema Firdaus Aviantara
Politeknik Penerbangan Indonesia Curug

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Efektivitas Penerapan Program Central Flight Dispatch Pilot E-Briefing di Lion Air Muhammad Rafif Raditya Daniswara; Lilis Kurnianingsih; Gema Firdaus Aviantara
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9051

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan program central flight dispatch pilot e-briefing di Lion Air berdasarkan persepsi pilot sebagai pengguna sistem. Pilot e-briefing merupakan bentuk digitalisasi proses briefing sebelum penerbangan yang digunakan untuk menyampaikan informasi operasional secara lebih cepat, terintegrasi, dan paperless antara Flight Operation Officer/flight dispatcher dan pilot. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif evaluatif. Variabel dalam penelitian ini adalah efektivitas penerapan pilot e-briefing yang diukur melalui tiga indikator, yaitu efisiensi waktu, kelengkapan dan ketepatan informasi, serta kualitas dan kecepatan pengambilan keputusan. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert kepada 208 pilot Lion Air yang aktif menggunakan layanan pilot e-briefing. Analisis data dilakukan menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, statistik deskriptif, uji normalitas, dan One Sample T-Test dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh item kuesioner valid dan reliabel dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,899. Secara deskriptif, efektivitas pilot e-briefing memperoleh nilai rata-rata 4,16 dan termasuk kategori efektif. Hasil One Sample T-Test menunjukkan nilai signifikansi <0,001, sehingga penerapan pilot e-briefing dinyatakan efektif secara statistik. Dengan demikian, program ini mampu mendukung efisiensi briefing, kelengkapan informasi, dan pengambilan keputusan sebelum penerbangan.
Pengembangan Model Bisnis Menggunakan Business Model Canvas dan SWOT Untuk Meningkatkan Daya Saing Bisnis PT Jayawijaya Dirgantara Muhammad Daffa Putra Ferlanda; Lilis Kurnianingsih; Gema Firdaus Aviantara
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9052

Abstract

Jayawijaya Dirgantara merupakan salah satu maskapai kargo yang berperan penting dalam mendukung distribusi logistik ke wilayah Papua, khususnya rute Sentani-Wamena. Data operasional periode 2019–2025 menunjukkan fluktuasi volume kargo yang signifikan, termasuk penurunan drastis sebesar 72% pada tahun 2025 yang dipengaruhi oleh keterbatasan kapasitas armada akibat status scrapped salah satu pesawat Boeing 737-200 (PK-JRW). Kondisi tersebut mengindikasikan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap model bisnis perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran model bisnis PT. Jayawijaya Dirgantara menggunakan pendekatan Business Model Canvas (BMC) serta merumuskan strategi bisnis yang paling efektif berdasarkan analisis SWOT. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi non-partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model bisnis perusahaan terkonsentrasi secara vertikal, dengan segmen pelanggan yang bertumpu pada satu institusi utama yaitu Perum BULOG, proposisi nilai berbasis keandalan on-time performance, serta arus pendapatan tunggal dari jasa angkutan kargo. Analisis SWOT mengidentifikasi lima kekuatan, empat kelemahan, empat peluang, dan empat ancaman, dengan skor IFE sebesar 2,42 dan EFE sebesar 2,32 yang memosisikan perusahaan pada sel V Matriks Internal-Eksternal dengan arah strategi hold and maintain. Perumusan matriks SWOT menghasilkan prioritas strategi berupa pemulihan kapasitas armada melalui skema dry lease atau wet lease (WO-1) dan negosiasi klausul penyesuaian tarif berbasis fluktuasi harga bahan bakar (ST-1). Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi manajemen perusahaan dalam mengembangkan model bisnis yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Analisis Peran Integrated Operation Control Center (IOCC) Terhadap Efektivitas Kinerja Flight Operation Officer (FOO) pada Maskapai Wings Air Erdy Razak Nurhasan; Lilis Kurnianingsih; Gema Firdaus Aviantara
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9054

Abstract

Operasional penerbangan membutuhkan koordinasi, ketepatan informasi, dan pengendalian yang terintegrasi karena perubahan pada satu aspek operasional dapat memengaruhi pelaksanaan tugas unit lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Integrated Operation Control Center (IOCC) dalam mendukung pelaksanaan tugas Flight Operation Officer (FOO) serta menganalisis pengaruhnya terhadap efektivitas kinerja FOO pada Maskapai Wings Air. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan asosiatif. Populasi penelitian terdiri atas 44 FOO Wings Air. Kuesioner disebarkan kepada seluruh anggota populasi menggunakan teknik sampling total dan diperoleh 37 kuesioner yang terisi lengkap serta dapat diolah. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner tertutup berskala Likert, sedangkan data sekunder diperoleh dari SOP, handbook, dan data flight assignment. Variabel peran IOCC diukur melalui kualitas sistem, kualitas informasi, penggunaan sistem kerja, kualitas layanan, dan manfaat sistem bagi pekerjaan FOO. Efektivitas kinerja FOO diukur melalui pencapaian tujuan, integrasi, dan adaptasi. Data dianalisis menggunakan IBM SPSS 25 melalui uji validitas, reliabilitas, analisis deskriptif, normalitas, linearitas, regresi linear sederhana, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran IOCC memperoleh nilai rata-rata sebesar 4,65 dan efektivitas kinerja FOO sebesar 4,58, yang keduanya termasuk kategori sangat tinggi. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 24,208 + 0,638X. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai t hitung sebesar 4,409 lebih besar daripada t tabel sebesar 2,030 dengan nilai p < 0,001. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,357 menunjukkan bahwa peran IOCC menjelaskan 35,7% variasi efektivitas kinerja FOO, sedangkan 64,3% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Dengan demikian, peran IOCC berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas kinerja FOO pada Maskapai Wings Air.