Operasional penerbangan membutuhkan koordinasi, ketepatan informasi, dan pengendalian yang terintegrasi karena perubahan pada satu aspek operasional dapat memengaruhi pelaksanaan tugas unit lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Integrated Operation Control Center (IOCC) dalam mendukung pelaksanaan tugas Flight Operation Officer (FOO) serta menganalisis pengaruhnya terhadap efektivitas kinerja FOO pada Maskapai Wings Air. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan asosiatif. Populasi penelitian terdiri atas 44 FOO Wings Air. Kuesioner disebarkan kepada seluruh anggota populasi menggunakan teknik sampling total dan diperoleh 37 kuesioner yang terisi lengkap serta dapat diolah. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner tertutup berskala Likert, sedangkan data sekunder diperoleh dari SOP, handbook, dan data flight assignment. Variabel peran IOCC diukur melalui kualitas sistem, kualitas informasi, penggunaan sistem kerja, kualitas layanan, dan manfaat sistem bagi pekerjaan FOO. Efektivitas kinerja FOO diukur melalui pencapaian tujuan, integrasi, dan adaptasi. Data dianalisis menggunakan IBM SPSS 25 melalui uji validitas, reliabilitas, analisis deskriptif, normalitas, linearitas, regresi linear sederhana, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran IOCC memperoleh nilai rata-rata sebesar 4,65 dan efektivitas kinerja FOO sebesar 4,58, yang keduanya termasuk kategori sangat tinggi. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 24,208 + 0,638X. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai t hitung sebesar 4,409 lebih besar daripada t tabel sebesar 2,030 dengan nilai p < 0,001. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,357 menunjukkan bahwa peran IOCC menjelaskan 35,7% variasi efektivitas kinerja FOO, sedangkan 64,3% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Dengan demikian, peran IOCC berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas kinerja FOO pada Maskapai Wings Air.
Copyrights © 2026