Andika Hakim Putra
Politeknik Penerbangan Indonesia Curug

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Keandalan Sistem Distribusi Listrik pada Gardu 2 Politeknik Penerbangan Indonesia Curug Muhammad Farhan Budiyanto; Iwan Koswara; Andika Hakim Putra
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9074

Abstract

Keandalan sistem distribusi tenaga listrik merupakan faktor penting dalam menjamin kontinuitas pasokan energi listrik pada fasilitas pendidikan. Gardu 2 Politeknik Penerbangan Indonesia Curug melayani berbagai fasilitas utama kampus. Namun, berdasarkan observasi lapangan ditemukan beberapa kondisi yang perlu menjadi perhatian, di antaranya pernah terjadi gangguan transformator pada tahun 2023, genset tidak beroperasi sejak tahun 2017, serta masih terdapat kejadian pemadaman pada jaringan Gardu 2. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya evaluasi terhadap keandalan dan kinerja operasional sistem distribusi berdasarkan kondisi eksisting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keandalan jaringan distribusi Gardu 2, mengevaluasi kinerja operasional sistem, serta mengidentifikasi komponen jaringan yang memerlukan perhatian teknis. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pemodelan sistem menggunakan Electrical Transient Analyzer Program (ETAP) melalui modul Reliability Assessment Index dan Load Flow. Metode ini dipilih karena dapat memberikan evaluasi kuantitatif terhadap tingkat keandalan berdasarkan data gangguan sekaligus menggambarkan kondisi operasional sistem berdasarkan parameter aliran daya, pembebanan, dan tegangan. Hasil penelitian menunjukkan nilai SAIFI sebesar 3,0006 kali/tahun, SAIDI sebesar 9,96 jam/tahun, dan CAIDI sebesar 3,320 jam/gangguan yang memenuhi standar SPLN 68-2:1986. Hasil simulasi ETAP menunjukkan kesesuaian dengan perhitungan manual, sedangkan analisis Load Flow menunjukkan transformator 630 kVA memiliki tingkat pembebanan sebesar 75,3%. Evaluasi lebih lanjut menunjukkan adanya drop voltage sebesar 7,90% pada jalur MDP 3C yang melebihi batas PUIL 2020. Berdasarkan hasil tersebut, sistem Gardu 2 secara indeks keandalan masih memenuhi standar, tetapi terdapat aspek operasional yang memerlukan perhatian, terutama penghantar pada jalur MDP 3C, sistem proteksi untuk AC barak Delta hingga November, dan sumber daya cadangan. Penelitian selanjutnya disarankan melakukan evaluasi kondisi fisik peralatan, pengukuran parameter lapangan secara berkala, serta kajian teknis terhadap peningkatan kapasitas dan konfigurasi sistem distribusi.
Rancang Bangun Driver Power Supply LampuTaxiway Guidance Sign (TGS) Tipe LED di Bandar Udara Budiarto Adolof Jacques Wersiko Safkaur; I Wayan Juliarta; Andika Hakim Putra
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9133

Abstract

Taxiway Guidance Sign (TGS) merupakan bagian dari Airfield Lighting System (AFL) yang berfungsi memberikan panduan visual kepada pilot selama pergerakan pesawat di area taxiway, dan keandalannya sangat bergantung pada kinerja driver power supply yang menyuplai modul LED. Hasil observasi di Bandar Udara Budiarto menunjukkan bahwa kerusakan pada driver power supply menjadi penyebab utama tidak beroperasinya lampu TGS, sementara Constant Current Regulator (CCR) dan series isolating transformer masih berfungsi normal. Keterbatasan ketersediaan suku cadang asli serta tingginya biaya dan lamanya waktu pengadaan turut menghambat proses pemeliharaan fasilitas TGS. Penelitian ini bertujuan merancang dan menghasilkan driver power supply alternatif untuk TGS tipe LED yang lebih efisien dari segi biaya dan waktu pengadaan dengan memanfaatkan komponen elektronik yang mudah diperoleh di pasaran. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Driver yang dikembangkan terdiri atas transformator toroid, bridge rectifier, kapasitor elektrolit, buck-boost converter, dan modul LED sebagai beban uji. Pengujian meliputi pengujian kinerja beban LED, pengujian kondisi short circuit dan open circuit, pengujian ketahanan (endurance test) selama 9 jam, serta pengujian validasi bersama dosen pembimbing dan teknisi kelistrikan Bandar Udara Budiarto. Hasil pengujian menunjukkan bahwa driver mampu menghasilkan tegangan keluaran stabil sebesar 24 VDC pada setiap step CCR (1 sampai 5), beroperasi secara kontinu selama 9 jam tanpa mengalami kegagalan fungsi, serta mempertahankan nyala LED secara normal tanpa flicker maupun overheating, dengan total biaya pembuatan sebesar Rp870.699. Dengan demikian, driver yang dirancang dapat digunakan sebagai alternatif pengganti driver bawaan pabrikan yang mendukung efisiensi biaya pengadaan dan mempercepat proses pemeliharaan TGS. Penelitian lanjutan disarankan untuk melakukan pengujian fotometrik guna memvalidasi kesesuaian intensitas cahaya terhadap standar ICAO Annex 14.