Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

INSTALASI ULANG JARINGAN LISTRIK DI PONDOK PESANTREN NURUL HIDAYAH DESA MEKARJAYA PANONGAN KABUPATEN TANGERANG Hendro Widiarto; Taryana Taryana; Nurhedi Desryanto; Iwan Koswara; Ahmad Kosasih; Edi Kurniawan; Rubby Soebiantoro
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37612

Abstract

Dalam mengoperasikan beban listrik kita membutuhkan penghantar. Gangguan listrik dapat terjadi dan mengakibatkan timbulnya hal-hal yang tidak kita kehendaki. Gangguan listrik bisa mengakibatkan beban tidak teraliri listrik atau tidak bias beroperasi atau bahkan timbul kebakaran. Bahaya kebakaran bias terjadi apabila ada kebocoran listrik atau adanya hubung singkat. Untuk menghindari gangguan tersebut maka kita harus pastikan instalasi listik kita harus terpasang sesuai standart yang ditetapkan. Latar belakanng pemilihan pengabdian masyarakat tersebut adalah terjadinya kebakaran di Pondok Pesantren Nurul Hidayah yang diakibatkan listrik. Metode dalam pengabdian Masyarakat tersebut adalah melakukan instalasi ulang seluruh kamar santri dan ruang majelis. Untuk menghasilkan kualitas instalasi listrik yang baik, aman dan andal maka kita menggunakan acuan yang ada. Acuan tersebut adalah Persyaratan Umum Instalasi Listrik.Saat memasang instalasi listrik tentunya membutuhkan beberapa perhatian. Perhatian yang dibutuhkan adaah perhatian dalam penggunaan dan menentukan pengaman dan penghantar. Komponen yang dipakai harus mempunyai standar keamanan. Perhatian yang lain adalah terkait kuat penerangan. Karena apabila penerangan kurang bias menimbulkan gangguan penglihatan. Nilai kuat penerangan juga diatur dalam ketentuan SNI 03-6575-2001. Nilai kuat penerangan dalam satuan lux. Pembahasan dalam pengabdian Masyarakat tersebut adalah Besarnya pengaman MCB dan sekering untuk kamar santri sebesar 2 ampere. Besarnya lampu tiap kamar 15 watt . Besar penghantar 1,5mm. Kesimpulan dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat bahwa instalasi ulang dapat dilaksanakan dan berhasil dengan baik.
SOSIALISASI DAN PEMASANGAN EARTH LEAKAGE CIRCUIT BREAKER DI PONDOK PESANTREN NURUL HIDAYAH DESA MEKARJAYA KABUPATEN TANGERANG BANTEN Iwan Koswara; Taryana Taryana; Edi Kurniawan; Rubby Soebiantoro; Didik Sulistyo; Nurhedhi Desryanto; Achmad Kosasih; I wayan Juliarta
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): Volume 6 No 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i3.47027

Abstract

 Listrik sudah umum digunakan di setiap rumah tangga, perkantoran dan jndustri. Listrik digunakan untuk megoperasikan peralatan yang dibutukan manusia. Di samping memberi manfaat yang luar biasa besar perlu diketahui juga bahwa listrik juga berpotensi menimbulkan bencana hingga menyebabkan kematian. Saat ini suplai listrik pesatren didapat dari PLN dengan langganan listrik satu phasa. Sistem instalasi kelistrikan yang ada sekarang sudah sesuai dengan Persyaratan Umum Instalasi Listrik. Selain aspek instalasi listrik yang sesuai standar, terdapat aspek keselamatan yang lain yang perlu mendapat perhatian yaitu aspek keselamatan manusia dari kegagalan isolasi dan bahaya tegangan sentuh. Tegangan listrik yang mengalir melalui penghantar ada kemungkinan tersentuh oleh santri. Kebiasaan santri yang menggunakan fasilitas listrik sambil posisi rebahan saat berada di kamar. Tujuan Kegitan ini adalah memperkenalkan perlatan yang bisa mengamankan pengguna listrik dari tegangan sentuh. Metode yang digunakan adalah dengan ceramah dan pemasangan unit pengaman Earth Leakage Circuit Breaker. Kegiatan terlaksana dengan peserta semua santri Pondok Pesantren Nurul Hidayah di Desa Mekarjaya Kabupaten Tangerang. Kegiatan dilaksanakan dengan penyampaian materi teori dan pelakasnaa pengaman ELCB. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah semua peserta memahami pentinya penggunaan serta cara terpasangnya alat pengaman ELCB di pondok pesantren sebagai pengaman satri dari tegangan sentuh. Serta peralatan bisa bekerja dengan baik
Rancangan reinstalasi runway edge light di bandar udara fransiskus xaverius seda maumere Nur Aida Basir; Edy Kurniawan; Iwan Koswara
Journal Scientific of Mandalika (JSM) e-ISSN 2745-5955 | p-ISSN 2809-0543 Vol. 7 No. 6 (2026): (in progress)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/10.36312/vol7iss6pp837-847

Abstract

The background of this research is the visual landing aid, specifically the runway edge lights, which have experienced an elevation decrease due to repeated overlay work and soil contour conditions. This phenomenon causes the light positions to not meet the ideal elevation thresholds, potentially affecting the effectiveness of visual guidance for pilots during flight operations. The purpose of this research is to produce a technical reinstatement design for the runway lights in accordance with aviation regulations. A Research and Development method was employed through field observations and elevation measurements. The discussion of this research includes an analysis of existing conditions, which serves as the foundation for designing light base height adjustments. The technical design is presented in the Detail Engineering Design (DED) and Bill Off Quantities (BOQ), covering all work aspects, from electrical installation procurement and the calculation of 12,535 meters of FL2XCY primary cable to civil works involving 2,008 m3 of soil excavation, as well as technical specifications for transformer pit construction and runway edge light base reconstruction. The conclusion of this research indicates that reinstatement is essential to restore the optimal function of the lights. The implementation of this design can improve sustainable flight operational safety at Fransiskus Xaverius Seda Maumere Airport.
PENINGKATAN KESIAPSIAGAAN TARUNA TERHADAP KEBAKARAN AKIBAT HUBUNG SINGKAT PADA PANEL LISTRIK MELALUI SOSIALISASI DAN PRAKTIK APAR Edy Kurniawan; I Wayan Juliarta; Taryana Taryana; Rubby Soebiantor; Iwan Koswara; Nurhedhi Desryanto
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.62121

Abstract

Kebakaran panel listrik merupakan risiko keselamatan kerja yang kritis di lingkungan pelatihan penerbangan karena kadet secara teratur berinteraksi dengan instalasi listrik, peralatan kontrol, dan sistem distribusi daya. Program keterlibatan masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kesiapan kadet dalam mencegah dan menanggapi kebakaran yang baru terjadi akibat korsleting. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 23 Juni 2025 di Gedung Teknik Baru Politeknik Penerbangan Indonesia Curug dan melibatkan 24 kadet Teknik Elektro Bandara dan lima dosen. Intervensi ini menggabungkan enam jam instruksi di kelas dengan dua jam praktik terbimbing. Konten pembelajaran mencakup keselamatan listrik, penyebab dan tanda peringatan korsleting, dasar-dasar dan klasifikasi kebakaran, pemilihan dan inspeksi alat pemadam kebakaran portabel, respons darurat awal, dan prosedur Tarik-Bidik-Tekan-Sapu. Evaluasi program bersifat deskriptif dan berdasarkan pencapaian kehadiran, keterlibatan peserta selama diskusi, penyelesaian tahapan praktik, dan pengamatan instruktur. Semua peserta yang ditargetkan hadir dalam program tersebut. Sesi kelas dan demonstrasi menghasilkan pertanyaan aktif mengenai sirkuit yang kelebihan beban, isolasi panel, media alat pemadam, dan jarak respons yang aman. Latihan terbimbing memberikan paparan langsung terhadap penanganan alat pemadam kebakaran dan memperkuat urutan pengendalian api awal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menggabungkan penjelasan teknis dengan latihan terawasi dapat dilakukan untuk memperkenalkan kesiapsiagaan kebakaran kepada kadet. Namun, ketiadaan data pra-tes, pasca-tes, dan skor kinerja standar yang lengkap membatasi klaim kuantitatif tentang peningkatan kompetensi. Program di masa mendatang harus menggabungkan tes pengetahuan yang tervalidasi, daftar periksa keterampilan, penilaian retensi, dan latihan berkala untuk mendukung kompetensi keselamatan kebakaran yang terukur dan berkelanjutan.
ANALISIS INTENSITAS PENERANGAN FLOODLIGHT DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL HALIM PERDANAKUSUMA Iwan Koswara; Rubby Soebiantoro; Edi Kurniawan
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 9 No. 3 (2026): Inpress Vol. 9 No. 3 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i3.62257

Abstract

Latar belakang penelitian adalah adanya ketentuan terkait nilai minimal intensitas penerangan di apron. Selain itu adanya informasi dari teknisi terkait kurangnya intensitas penerangan di area apron bandara.  Adapun tujuan dari penelitian tersebut  adalah untuk mengetahui apakah intensitas penerangan di area apron Bandara Halim Perdanakusuma masih sesuai ketentuan. Metode yang dipilih adalah metode peneltian kuantitatif dari sugiono. Metode ini dipilih karena memudahkan peneliti untuk mengukur dan menganalisis data secara obyektif, sehingga menghasilkan penemuan yang dapat dijadikan acuan untuk menarik kesimpulan. Pembahasan penelitian meliputi pengukuran nilai intensitas penerangan di area apron bandara meggunakan alat ukur luxmeter. Dari hasil pengukuran didapat hasil rata-rata hanya 11,9 lux. Hasil ini jauh di bawah nilai yang ditentukan berdasar peraturan. Dari hasil perhitungan menggunakan rumus didapatkan hasil nilai penerangan di area apron bandara sebesar 27,9 lux. Hal ini menggambarkan bahwa ada ketidaksesuaian antara lumen yang dihasilkan lampu dengan lumen yang ada di data spesifikasi lampu. Kemungkinan disebabkan karena umur lampu yang sudah lama. Untuk penyebaran cahaya di area apron bandara sudah menyebar dengan merata. Hal ini bisa dilihat dari grafik hasil pengukuran. Kesimpulan dari penelitian ini nilai intensitas penerangan di area apron masih di bawah rata-rata atau tidak sesuai ketentuan. Terdapat perbedaan hasil hitung menggunakan rumus  yaitu sebesar 27,9 lux sedang hasil ukur hanya sebesar 11,1lux. Hal ini kemungkinan karena umur lampu sehingga lumen yang dihasilkan lampu menjadi berkurang.
Analisis Keandalan Sistem Distribusi Listrik pada Gardu 2 Politeknik Penerbangan Indonesia Curug Muhammad Farhan Budiyanto; Iwan Koswara; Andika Hakim Putra
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9074

Abstract

Keandalan sistem distribusi tenaga listrik merupakan faktor penting dalam menjamin kontinuitas pasokan energi listrik pada fasilitas pendidikan. Gardu 2 Politeknik Penerbangan Indonesia Curug melayani berbagai fasilitas utama kampus. Namun, berdasarkan observasi lapangan ditemukan beberapa kondisi yang perlu menjadi perhatian, di antaranya pernah terjadi gangguan transformator pada tahun 2023, genset tidak beroperasi sejak tahun 2017, serta masih terdapat kejadian pemadaman pada jaringan Gardu 2. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya evaluasi terhadap keandalan dan kinerja operasional sistem distribusi berdasarkan kondisi eksisting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keandalan jaringan distribusi Gardu 2, mengevaluasi kinerja operasional sistem, serta mengidentifikasi komponen jaringan yang memerlukan perhatian teknis. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pemodelan sistem menggunakan Electrical Transient Analyzer Program (ETAP) melalui modul Reliability Assessment Index dan Load Flow. Metode ini dipilih karena dapat memberikan evaluasi kuantitatif terhadap tingkat keandalan berdasarkan data gangguan sekaligus menggambarkan kondisi operasional sistem berdasarkan parameter aliran daya, pembebanan, dan tegangan. Hasil penelitian menunjukkan nilai SAIFI sebesar 3,0006 kali/tahun, SAIDI sebesar 9,96 jam/tahun, dan CAIDI sebesar 3,320 jam/gangguan yang memenuhi standar SPLN 68-2:1986. Hasil simulasi ETAP menunjukkan kesesuaian dengan perhitungan manual, sedangkan analisis Load Flow menunjukkan transformator 630 kVA memiliki tingkat pembebanan sebesar 75,3%. Evaluasi lebih lanjut menunjukkan adanya drop voltage sebesar 7,90% pada jalur MDP 3C yang melebihi batas PUIL 2020. Berdasarkan hasil tersebut, sistem Gardu 2 secara indeks keandalan masih memenuhi standar, tetapi terdapat aspek operasional yang memerlukan perhatian, terutama penghantar pada jalur MDP 3C, sistem proteksi untuk AC barak Delta hingga November, dan sumber daya cadangan. Penelitian selanjutnya disarankan melakukan evaluasi kondisi fisik peralatan, pengukuran parameter lapangan secara berkala, serta kajian teknis terhadap peningkatan kapasitas dan konfigurasi sistem distribusi.
Rancangan Keandalan Sistem Distribusi Tenaga Listrik Menggunakan Topologi Jaringan Looping pada Gardu Utama Bandar Udara Halim Perdanakusuma Yerico Nandez Marthin Siahaan; Iwan Koswara; Basil Aldrian Prawiraatmaja
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9102

Abstract

Permasalahan utama di Gardu Utama Bandar Udara Halim Perdanakusuma adalah penggunaan sistem distribusi tegangan menengah 20 kV eksisting yang berkonfigurasi radial, sehingga kontinuitas pasokan listrik berpotensi terhenti apabila terjadi gangguan pada satu-satunya jalur yang tersedia. Penelitian ini dilakukan karena ketergantungan pada jalur tunggal menanggung risiko gangguan operasional dan biaya BBM tinggi untuk Genset cadangan saat terjadi pemadaman. Tujuan penelitian ini adalah merancang sistem distribusi tenaga listrik berbasis konfigurasi looping untuk meningkatkan keandalan dan kontinuitas pasokan listrik. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) level 1, meliputi pengumpulan data, observasi lapangan, analisis kebutuhan sistem, simulasi ETAP, serta penyusunan Single Line Diagram (SLD), Detail Engineering Design (DED), Bill Of Quantity (BOQ), dan Rencana Kerja dan Syarat (RKS). Metode R&D level 1 dipilih karena penelitian dibatasi hingga tahap perancangan dan validasi desain teknis yang krusial sebelum tahap eksekusi fisik infrastruktur bandara. Hasil perancangan menunjukkan bahwa konfigurasi looping mampu menyediakan jalur suplai alternatif ketika salah satu penyulang (GI Cawang, GI Cipinang, atau GI Taman Mini) mengalami gangguan. Rancangan ini memanfaatkan kabel N2XSEFGbY 3 x 240 mm², kubikel SIEMENS SIMOSEC 20 kV, dan konfigurasi double incoming yang sesuai dengan kebutuhan sistem distribusi. Kesimpulan dari perancangan ini adalah sistem looping terbukti dapat menjadi alternatif efektif dalam meningkatkan keandalan, fleksibilitas operasi, dan keamanan daya listrik bandara. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah melakukan analisis koordinasi sistem proteksi secara real-time serta integrasi otomatisasi SCADA pada skema looping tersebut.
Rancangan Pemasangan Runway Threshold Lights dan Runway End Lights di Bandar Udara Nusawiru I Nyoman Agus Bhudi Pratama; Nurhedhi Desryanto; Iwan Koswara
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9107

Abstract

Bandar Udara Nusawiru telah dilengkapi dengan beberapa fasilitas Airfield Lighting System (AFL), namun belum memiliki fasilitas Runway Threshold Light dan Runway End Light. Ketiadaan fasilitas ini berpotensi mengurangi efektivitas panduan visual bagi pilot, terutama pada operasi penerbangan malam hari dan saat kondisi visibilitas rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun rancangan pemasangan Runway Threshold Light dan Runway End Light dalam bentuk Detail Engineering Design (DED) yang memenuhi standar keselamatan dan operasional penerbangan. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) Level 1 dengan tahapan identifikasi masalah, pengumpulan data, perancangan, validasi, dan revisi desain. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara, serta studi literatur yang mengacu pada ICAO Annex 14 Volume I, PR 21 Tahun 2023, SKEP No. 114 Tahun 2002, dan PUIL 2020. Hasil perancangan menetapkan konfigurasi lampu 5-0-5 pada masing-masing ujung landasan pacu dengan total kebutuhan 20 unit lampu tipe inset. Sistem kelistrikan dirancang menggunakan dua sirkuit seri arus konstan 6,6 A dengan beban daya sebesar 1,399 kVA per sirkuit. Pasokan daya menggunakan Constant Current Regulator (CCR) berkapasitas 2,5 kVA dengan nilai tapping operasional 55,96%. Panjang kabel primer yang dibutuhkan adalah 4.051,2 meter per sirkuit tipe FL2XCY 1×6 mm², dan kabel sekunder NYYHY 2×2,5 mm². Hasil perancangan divalidasi dan dikompilasi ke dalam dokumen DED yang siap digunakan.
Analisis Tahanan Isolasi pada Jaringan Runway Edge Light di Bandara Gewayantana Larantuka Axal Nurfauzi; Iwan Koswara; Edy Kurniawan
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9218

Abstract

Runway Edge Light merupakan komponen Airfield Lighting System yang membantu pilot mengenali batas landasan pacu, terutama pada malam hari atau saat jarak pandang terbatas, sehingga keandalan tahanan isolasi jaringannya sangat menentukan keselamatan operasional penerbangan. Berdasarkan laporan Unit Listrik Bandara Gewayantana Larantuka, teridentifikasi indikasi gangguan pada jaringan Circuit Runway Edge Light yang berpotensi menimbulkan kebocoran arus dan membahayakan keselamatan penerbangan, namun kondisi tahanan isolasinya belum pernah diukur dan dianalisis secara terukur, sehingga kelayakan operasionalnya belum dapat dipastikan. Penelitian ini bertujuan mengetahui nilai tahanan isolasi pada jaringan Runway Edge Light di Bandara Gewayantana Larantuka serta kesesuaiannya dengan standar yang berlaku. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif melalui studi literatur, observasi visual kondisi fisik jaringan, dan pengukuran tahanan isolasi menggunakan insulation tester bertegangan uji 5.000 Vdc pada lima titik uji setiap circuit, dilengkapi analisis data Earth Fault Detector (EFD) periode Mei–Juni 2026 serta uji penyiraman air pada bak trafo untuk memastikan sumber kebocoran. Hasil pengukuran menunjukkan tahanan isolasi rangkaian sebesar 11,8 MΩ pada Circuit 1 dan 0,0 MΩ pada Circuit 2, keduanya berada jauh di bawah nilai minimum 50 MΩ yang dipersyaratkan PR 26 Tahun 2022. Observasi fisik menemukan bak trafo kotor dan tergenang air tanpa penutup pada 20 titik, enam konektor kabel dalam kondisi buruk, dua sambungan konektor tanpa isolasi, serta satu trafo seri dengan kabel primer putus pada Circuit 2. Temuan ini menunjukkan Circuit 2 tidak dapat beroperasi secara normal, sedangkan Circuit 1 masih berfungsi meskipun kualitas isolasinya menurun. Dengan demikian, jaringan Runway Edge Light di Bandara Gewayantana Larantuka belum memenuhi standar kelayakan tahanan isolasi sehingga memerlukan tindakan perbaikan dan pemeliharaan segera guna menjaga keandalan dan keselamatan operasional penerbangan.
Rancangan PLTS Hybrid 153,6 kWp pada Main Power House Bandara I Gusti Ngurah Rai Moch Edy Saputro; Iwan Koswara; Yon Afonda
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9280

Abstract

Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali memiliki kebutuhan energi listrik yang besar dan berlangsung hampir 24 jam, sementara PLTS yang telah terpasang di bandar udara baru mencapai 188 kWp dan belum menjangkau Gedung Main Power House (MPH) sebagai pusat distribusi daya. Penelitian ini bertujuan merancang sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hybrid untuk menyuplai beban non-operasional Gedung MPH sebesar 29,917 kW dengan kebutuhan energi harian 718,008 kWh. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) yang meliputi identifikasi potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain menggunakan perangkat lunak PVsyst, dan perbaikan desain. Rancangan menghasilkan PLTS berkapasitas 153,6 kWp yang terdiri atas 256 modul surya monocrystalline 600 Wp, solar charge controller MPPT 300 A, inverter hybrid 200 kW, dan bank baterai VRLA 12 V 200 Ah sebanyak 731 unit (43 seri × 17 paralel), terintegrasi dengan jaringan PLN melalui Change Over Switch (COS). Hasil simulasi menunjukkan energi yang dimanfaatkan beban sebesar 251.863 kWh/tahun dari kebutuhan 262.073 kWh/tahun, dengan Solar Fraction 96,10%, Performance Ratio 75,18%, dan Loss of Load 0,0%. Sistem berpotensi mengurangi emisi karbon sebesar 214,08 ton CO₂e/tahun, dan dengan nilai investasi Rp4.254.519.000 diperoleh Payback Period 198 bulan atau sekitar 16,5 tahun. Rancangan ini dilengkapi dokumen DED, RAB, dan RKS sehingga dapat menjadi acuan penerapan PLTS hybrid dalam mendukung konsep Eco-Airport.