Latar belakang penelitian ini adalah menurunnya nilai tahanan isolasi kabel primer pada sistem runway light di Bandar Udara Mopah Merauke ±20 MΩ, hal tersebut tidak memenuhi persyaratan minimum berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor PR 26 Tahun 2022. Selain permasalahan pada kabel primer, kondisi fisik instalasi runway light juga mengalami perubahan akibat pekerjaan pelapisan ulang (overlay. Kondisi tersebut menyebabkan perubahan elevasi permukaan landasan pacu terhadap posisi dudukan lampu, sehingga diperlukan penyesuaian kembali posisi dan elevasi dudukan Lmpu dalam perancangan reinstalasi. Selain itu, penempatan isolation transformer pada kondisi eksisting juga perlu diperhatikan karena memungkinkan akses secara langsung terhadap komponen tersebut. Oleh karena itu, pada rancangan reinstalasi dilakukan penataan kembali lokasi isolation transformer dengan menempatkannya pada transformer pit sebagai bagian dari upaya perlindungan komponen dan penataan instalasi. Kondisi tersebut menjadi dasar dilakukannya perancangan reinstalasi runway light sebagai acuan teknis dalam pelaksanaan pekerjaan penggantian dan penataan kembali instalasi. Tujuan penelitian ini adalah menyusun rancangan reinstalasi runway light yang sesuai dengan kondisi operasional Bandar Udara Mopah Merauke, menghasilkan Detail Engineering Design (DED) dan Bill of Quantity (BOQ), serta menganalisis kelayakan teknis rancangan yang diusulkan. Metode penelitian yang digunakan adalah Engineering Design Method dengan menggunakan VDI 2221 sebagai metode perancangan yang meliputi tahapan Clarify and Define the Task, Determine Functions, Search for Solution Principles, Divide into Realizable Modules, dan Develop Modular Structures. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, studi literatur, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian berupa rancangan reinstalasi runway light menggunakan dua circuit yang terdiri atas runway edge light, threshold light, dan runway end light, jaringan kabel primer FL2XCY 1×6 mm², kabel sekunder NYY 2×1,5 mm², penyesuaian posisi dan elevasi pedestal, penempatan isolation transformer pada transformer pit, sistem grounding, DED, BOQ, serta analisis feasibility berdasarkan persyaratan teknis dan regulasi yang berlaku. Hasil analisis menunjukkan bahwa rancangan reinstalasi runway light telah memenuhi kebutuhan teknis dan operasional Bandar Udara Mopah Merauke serta dinilai layak untuk diterapkan sebagai acuan pelaksanaan reinstalasi sesuai spesifikasi teknis dan regulasi yang berlaku.