Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ARSITEKTUR PROTOTYPE AIR TRAFFIC SURVEILLANCE DATA BERBASIS ADS-B SEBAGAI PEMBELAJARAN DI PROGRAM STUDI TEKNIK NAVIGASI UDARA Dian Anggraini; Asri Santosa; Eriyandi Eriyandi3; Ika Endrawijaya; Aringga Zulkarnain; Rakin Giyat Naufaldhy
Jurnal Penelitian Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Penelitian Juni 2023
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46491/jp.v8i2.1472

Abstract

ADS-B pada layanan navigasi penerbangan memiliki peran penting dalam memberikan informasi pergerakan pesawat, simulasi untuk penerimaan ADS-B telah banyak dilakukan penelitian, namun dalam proses pengiriman data dari ADS-B belum banyak yang melakukan eksplorasi, pada pendidikan teknik navigasi udara memerlukan simulasi untuk memberikan gambaran kepada siswa tentang pemrosesan data dari ADS-B, penelitian ini bertujuan untuk membuat arsitektur Air Traffic Surveillance Data berdasarkan data dari ADS-B, metode yang digunakan adalah metode prototyping yang terdiri dari inpur, proses dan output. Hasil dari penelitian ini adalah arsitektur yang terdiri dari reciver yang memanfaatkan RTL-SDR, kemudian Virtual Radar Server dan Server yang digunakan untuk menampilkan data, yang menjadi keterbaruan dalam penelitian ini adalah pengiriman data dengan menggunakan Internet Protocol pada Wide Area n Network (WAN) dengan radius 2km dan dihasilkan data ADS-B yang masih akurat
Performance Analysis of IMC Module in OTE DT100 VHF Radio Based on Required Communication Performance Standards Lukman Yudand Hidayat; Dian Anggraini; Toni
Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 19 No 2 (2026): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi
Publisher : Politeknik Penerbangan Indonesia Curug

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54147/langitbiru.v19i2.1572

Abstract

Communication between Air Traffic Controllers and pilots is essential to ensure flight safety and operational efficiency. Very High Frequency (VHF) communication systems support reliable air-to-ground communication, with the Interface and Management Card (IMC) module responsible for managing automatic change-over between main and standby transmitters. This study evaluates the performance of the IMC module in relation to Required Communication Performance (RCP) standards and examines the impact of IMC failure on communication continuity and availability. The research employed a mixed-method approach, combining field observations during On-the-Job Training at Minangkabau International Airport, interviews with technicians, and analysis of equipment failure records. Qualitative data were analyzed using thematic analysis, while quantitative evaluation focused on system downtime and response time. The results show that IMC malfunction significantly reduces system continuity and availability, potentially compromising compliance with RCP 10 and RCP 60 requirements. Recommendations are proposed to improve IMC reliability and preventive maintenance practices.
Rancangan Reinstalasi Runway Light 16-34 di Bandar Udara Mopah Merauke Andi Kartia Anugrah Sari; I Wayan Juliarta; Dian Anggraini
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9138

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah menurunnya nilai tahanan isolasi kabel primer pada sistem runway light di Bandar Udara Mopah Merauke ±20 MΩ, hal tersebut tidak memenuhi persyaratan minimum berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor PR 26 Tahun 2022. Selain permasalahan pada kabel primer, kondisi fisik instalasi runway light juga mengalami perubahan akibat pekerjaan pelapisan ulang (overlay. Kondisi tersebut menyebabkan perubahan elevasi permukaan landasan pacu terhadap posisi dudukan lampu, sehingga diperlukan penyesuaian kembali posisi dan elevasi dudukan Lmpu dalam perancangan reinstalasi. Selain itu, penempatan isolation transformer pada kondisi eksisting juga perlu diperhatikan karena memungkinkan akses secara langsung terhadap komponen tersebut. Oleh karena itu, pada rancangan reinstalasi dilakukan penataan kembali lokasi isolation transformer dengan menempatkannya pada transformer pit sebagai bagian dari upaya perlindungan komponen dan penataan instalasi. Kondisi tersebut menjadi dasar dilakukannya perancangan reinstalasi runway light sebagai acuan teknis dalam pelaksanaan pekerjaan penggantian dan penataan kembali instalasi. Tujuan penelitian ini adalah menyusun rancangan reinstalasi runway light yang sesuai dengan kondisi operasional Bandar Udara Mopah Merauke, menghasilkan Detail Engineering Design (DED) dan Bill of Quantity (BOQ), serta menganalisis kelayakan teknis rancangan yang diusulkan. Metode penelitian yang digunakan adalah Engineering Design Method dengan menggunakan VDI 2221 sebagai metode perancangan yang meliputi tahapan Clarify and Define the Task, Determine Functions, Search for Solution Principles, Divide into Realizable Modules, dan Develop Modular Structures. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, studi literatur, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian berupa rancangan reinstalasi runway light menggunakan dua circuit yang terdiri atas runway edge light, threshold light, dan runway end light, jaringan kabel primer FL2XCY 1×6 mm², kabel sekunder NYY 2×1,5 mm², penyesuaian posisi dan elevasi pedestal, penempatan isolation transformer pada transformer pit, sistem grounding, DED, BOQ, serta analisis feasibility berdasarkan persyaratan teknis dan regulasi yang berlaku. Hasil analisis menunjukkan bahwa rancangan reinstalasi runway light telah memenuhi kebutuhan teknis dan operasional Bandar Udara Mopah Merauke serta dinilai layak untuk diterapkan sebagai acuan pelaksanaan reinstalasi sesuai spesifikasi teknis dan regulasi yang berlaku.
Rancang Bangun Landing Gear Stand Pesawat King Air 350I di Balai Besar Kalibrasi Fasilitas Penerbangan Theopillus Supusepa; Dian Anggraini; Saddam Rasis Rabathi
Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol. 6 No. 1 (2026): Maret : Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/teknik.v6i1.8661

Abstract

This study aims to improve safety and efficiency in aircraft landing gear maintenance at the Aviation Facilities Calibration Center (BBKFP). BBKFP currently lacks a landing gear stand, which increases the risk of workplace accidents and component damage during the removal, inspection, and installation processes. This research designs a landing gear stand for the King Air B350i aircraft using the VDI 2221 method, which consists of four stages: clarification of task, conceptual design, embodiment design, and detailed design. The design process was based on field observations and discussions with BBKFP personnel to determine user requirements. The tool was designed to support a load of up to 157.5 kg (safety factor 1.5), be operable by one person, have a vertical lifting mechanism, and use strong yet easily obtainable materials. The selected design features a “U”-shaped cross-section with a 2-ton hydraulic jack lifting system and pin-lock safety mechanism. The main material, SS400 steel, has a yield strength of 245 MPa. Structural analysis showed that all stresses were below the allowable limit of 61.25 MPa, with a maximum stress of 3.32 MPa. The stand is equipped with four caster wheels (350 kg capacity each) and a base frame of 1000 × 1000 × 40 mm. Functional testing confirmed the tool’s safety, stability, efficiency, and suitability for BBKFP’s operational needs.
Modifikasi Crane Master FC2000 Sebagai Stand X-Ray Huatec XXG-3005 di Balai Besar Kalibrasi Fasilitas Penerbangan Rakha Athallah Haviandra; Dian Anggraini; Saddam Rasis Rabathi
Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol. 6 No. 2 (2026): Juli : Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/teknik.v6i2.8687

Abstract

This study was motivated by the need to improve work effectiveness and safety in Non-Destructive Test (NDT) Radiography inspections on the Beechcraft Hawker 900XP aircraft at the Balai Besar Kalibrasi Fasilitas Penerbangan (BBKFP). Field observations showed that the Huatec XXG-3005 X-Ray device lacked a stable and safe stand, requiring manual placement using a sling crane or temporary supports. This condition caused potential accidents, low X-ray beam accuracy toward the aircraft wings, and delays in NDT operations. Therefore, this study designed an X-Ray stand compatible with the Crane Master FC2000 to support and stabilize the device accurately and safely according to NDT standards such as Source to Film Distance (SFD). The research used the systematic VDI 2221 approach, including task clarification, concept design, form design, and detailed design. The selected design features a 360° circular rail system, a semi-cylindrical load holder with iron straps, and pin locks at eight rotation points. Technical analysis using SolidWorks and manual calculations with ASTM 500B material showed the structure can withstand a 1648 N static load with a safety factor of 4, below the allowable stress limit. Functional testing at BBKFP confirmed the stand maintains X-Ray stability and enhances safety. The design meets technical and safety standards, improving efficiency in NDT Radiography operations at AMO 145 BBKFP.