Riyaldo Zorena Sebayang
Politeknik Penerbangan Indonesia Curug

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Water Ingress pada Rudder Airbus A330 dengan Regresi Linier dan Root Cause Analysis Riyaldo Zorena Sebayang; Iwan Engkus Kurniawan; Fawwaz Yusa Gifari
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9183

Abstract

Struktur honeycomb composite pada komponen rudder pesawat Airbus A330 rentan mengalami water ingress yang memicu disbonding dan delaminasi akibat siklus beku-cair pada ketinggian jelajah. Data inspeksi PT GMF AeroAsia Tbk. periode 2018–2025 menunjukkan peningkatan temuan dari 21 defect pada interval enam tahun menjadi 78 defect pada interval delapan belas tahun, namun penanganannya masih bersifat reaktif dan belum didukung pemodelan kuantitatif maupun penelusuran akar masalah yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh usia operasional pesawat terhadap tingkat water ingress, mengidentifikasi akar penyebab dominan, serta merumuskan tindakan perbaikan yang optimal. Penelitian menggunakan pendekatan metode campuran (mixed methods) terhadap data observasi 36 unit pesawat Airbus A330. Pendekatan ini dipilih karena pemodelan statistik saja tidak cukup menjelaskan penyebab operasional kegagalan, sedangkan penelusuran kualitatif tanpa dasar kuantitatif berisiko kehilangan prioritas. Analisis kuantitatif dilakukan melalui Regresi Linier Sederhana dengan usia pesawat sebagai variabel bebas serta jumlah temuan (Total Defect) dan luas kerusakan (Size Defect) sebagai dua variabel terikat, didahului uji asumsi klasik dan diikuti uji hipotesis. Analisis kualitatif dilakukan melalui Root Cause Analysis yang terdiri atas Diagram Pareto, Diagram Fishbone 4M1E, dan matriks 5W+1H. Hasil regresi menunjukkan usia pesawat berpengaruh positif dan signifikan terhadap kedua variabel terikat, dengan model Total Defect menghasilkan Y₂ = -0,184 + 0,341X (R² = 81,5%; F = 150,244) dan model Size Defect menghasilkan Y₁ = 1.509,67 + 417,37X (R² = 91,3%; F = 357,670), keduanya signifikan pada taraf 0,05. Diagram Pareto mengidentifikasi area hoist point sebagai penyumbang dominan sebesar 86,21% dari 145 defect, dan Diagram Fishbone menemukan lima akar penyebab utama pada aspek manusia, metode, material, mesin, dan lingkungan. Penelitian menyimpulkan bahwa perawatan rudder perlu bergeser dari reaktif menuju prediktif melalui penambahan task card Detailed Visual Inspection dan interval penggantian hoist point cover pada Maintenance Program, standardisasi prosedur teknisi, verifikasi part number sesuai katalog resmi, penyediaan tail dock yang memadai, serta perlindungan cuaca saat pesawat di apron. Penelitian lanjutan disarankan menambahkan variabel rute, frekuensi penerbangan, dan kondisi lingkungan operasional melalui regresi berganda.