Mileniawan Januar R
Politeknik Penerbangan Indonesia Curug

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Cold Expansion terhadap Pemulihan Kekuatan Fastener Hole pada Sheet Metal Aluminium Alloy 2024-T4 Putranandha Rama Dwi Kusuma; Andri Kurniawan; Mileniawan Januar R
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9184

Abstract

Struktur skin pesawat udara merupakan komponen kritis yang harus mampu menahan pembebanan berulang (cyclic loading) sesuai standar kelaikudaraan (airworthiness). Area fastener hole pada skin menjadi lokasi kritis karena menimbulkan konsentrasi tegangan (stress concentration) dengan faktor konsentrasi teoritis (Kt) sekitar 3,0. Data inspeksi PT GMF AeroAsia periode 2021–2025 mencatat 88 kasus burn mark dan pitting akibat lightning strike pada fastener pesawat Airbus A330 yang umumnya ditangani melalui penggantian rivet, sehingga menghasilkan fastener hole baru hasil drilling yang berpotensi memperlemah struktur apabila tidak diperkuat dengan metode yang tepat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh proses cold expansion terhadap kekuatan struktur pada area fastener hole hasil perbaikan (repair) menggunakan metode uji tarik (tensile test). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen pada material Aluminium Alloy 2024-T4 mengacu pada standar ASTM E8/E8M, dengan tiga kelompok spesimen, yaitu material normal (S-N), fastener hole hasil perbaikan tanpa cold expansion (S-WCE), dan fastener hole hasil perbaikan dengan cold expansion pada tingkat interferensi 3% (S-CE), masing-masing tiga spesimen. Hasil pengujian menunjukkan spesimen S-N memiliki UTS rata-rata 469,0 MPa; keberadaan fastener hole tanpa cold expansion menurunkan UTS menjadi 399,6 MPa (turun 14,80%); sedangkan cold expansion pada S-CE memulihkan UTS menjadi 458,3 MPa (naik 14,69% dibanding S-WCE), yield strength naik 15,47%, dan elongation naik 29,77%, serta telah memenuhi persyaratan minimum spesifikasi material Airbus. Dapat disimpulkan bahwa cold expansion merupakan metode perbaikan struktural yang efektif untuk memulihkan kekuatan mekanik statik Aluminium Alloy 2024-T4 pada area fastener hole hasil repair, sehingga direkomendasikan sebagai bagian dari prosedur standar Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO). Penelitian lanjutan disarankan melakukan pengujian fatigue aktual untuk memvalidasi estimasi ketahanan fatigue yang diperoleh secara empiris pada penelitian ini.
Analisis Keandalan Fire Shut Off Valve pada Pesawat Airbus A330 di PT GMF AeroAsia Dimas Tamyiz Apit; Andri Kurniawan; Mileniawan Januar R
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9204

Abstract

Fire Shut Off Valve (FSOV) merupakan komponen kritis pada sistem fire protection pesawat Airbus A330 yang berfungsi menghentikan aliran bahan bakar dan hydraulic fluid menuju mesin apabila terjadi indikasi kebakaran. Tingginya frekuensi unscheduled removal pada komponen ini berpotensi menurunkan keandalan operasional pesawat dan menimbulkan biaya perawatan tidak terjadwal yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keandalan (reliability) FSOV serta mengidentifikasi akar penyebab utama kegagalannya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan data unscheduled removal FSOV periode 2021–2025 yang diperoleh dari PT GMF AeroAsia, Tbk, diolah menggunakan Distribusi Weibull dua parameter untuk memperoleh nilai reliability, Mean Time To Failure (MTTF), dan failure rate, dilanjutkan dengan diagram Pareto dan diagram Fishbone untuk root cause analysis (RCA). Hasil penelitian menunjukkan nilai shape parameter (β) sebesar 1,80 dan scale parameter (η) sebesar 9.244,41 flight hours, dengan MTTF sebesar 8.220,92 flight hours. Pada interval waktu tersebut, nilai reliability FSOV sebesar 44,50%, CDF (unreliability) sebesar 55,50%, dan failure rate sebesar 0,000177 kegagalan per flight hours. Analisis Pareto mengidentifikasi valve stuck (54,41%) dan leak from body (26,47%) sebagai dua penyebab dominan unscheduled removal, sedangkan diagram fishbone mengungkap faktor manusia (installation error, complacency), metode kerja (ketiadaan dokumen kerja standar), material (korosi dan minimnya corrosion inhibiting compound protection), dan lingkungan (debu dan minimnya cleaning) sebagai akar penyebab valve stuck. Temuan ini menjadi dasar penyusunan usulan perbaikan guna meningkatkan keandalan FSOV pada pesawat Airbus A330.