Satibi Satibi
Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KETERSEDIAAN OBAT KATEGORI A DI APOTEK KIMIA FARMA PALEMBANG Widi Wilpa Pendri; Seftika Sari; Satibi Satibi
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 11, No 2 (2026): Agustus 2026 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v11i2.1762

Abstract

Latar Belakang: Ketersediaan obat kategori A merupakan indikator penting mutu pelayanan kefarmasian karena kelompok obat ini memiliki tingkat penggunaan dan perputaran yang tinggi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan servis level distributor, akurasi perencanaan kebutuhan obat berdasarkan metode pola konsumsi, dan kompetensi sumber daya manusia kefarmasian dengan ketersediaan obat kategori A di Apotek Kimia Farma Kota Palembang. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 12 apotek. Data sekunder periode Desember 2025–Februari 2026 meliputi penjualan, stok, kejadian stock-out, surat pesanan, realisasi penerimaan, dan perencanaan kebutuhan obat. Data primer diperoleh melalui kuesioner kompetensi kepada 49 tenaga kefarmasian. Sebanyak 977 item obat kategori A dianalisis. Analisis dilakukan secara univariat, uji normalitas Shapiro-Wilk, dan korelasi Pearson. Hasil: Ketersediaan obat kategori A mencapai 86,90%. Servis level distributor memiliki hubungan positif sedang tetapi tidak signifikan (r=0,544; p=0,067). Akurasi metode pola konsumsi memiliki hubungan positif sangat kuat dan signifikan (r=0,849; p<0,001), sedangkan kompetensi sumber daya manusia kefarmasian memiliki hubungan positif kuat dan signifikan (r=0,671; p=0,017). Akurasi perencanaan kebutuhan obat merupakan faktor yang memiliki hubungan paling kuat dengan ketersediaan obat kategori A. Saran: Peningkatan ketersediaan obat kategori A perlu diarahkan pada perbaikan mutu forecasting, penguatan kompetensi tenaga kefarmasian, dan evaluasi berkelanjutan kinerja distributor. Kata kunci: ketersediaan obat, obat kategori A, metode pola konsumsi, kompetensi sumber daya manusia, servis level distributor