Rangga Putra Wijaya
Universitas Lambung Mangkurat

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

UJI KINERJA TUNGKU MODIFIKASI DENGAN VARIASI LUBANG ANGIN DALAM MEMPERCEPAT PEMBAKARAN BIOPELET DAUN SIRSAK (Annona muricata) DAN BIOPELET DAUN JATI (Tectona grandis) Rangga Putra Wijaya; Muhammad Faisal Mahdie; Adi Rahmadi
Jurnal Sylva Scienteae Vol 9, No 4 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 4 Edisi Agustus 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v9i4.20711

Abstract

Menipisnya cadangan bahan bakar fosil serta meningkatnya kebutuhan energi alternatif yang ramah lingkungan mendorong pengembangan bahan bakar berbasis biomassa seperti biopelet. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja tungku modifikasi dengan variasi lubang angin dalam mempercepat pembakaran biopelet berbahan dasar daun Sirsak (Annona muricata) dan daun Jati (Tectona grandis). Metode penelitian melibatkan pengujian tiga variasi lubang angin (satu, dua, dan tiga lubang) untuk menentukan konfigurasi paling efisien dalam mendidihkan 200 ml air. Efisiensi pembakaran dievaluasi berdasarkan waktu yang dibutuhkan untuk mencapai suhu 100°C serta jumlah biopelet yang dikonsumsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konfigurasi dua lubang angin memberikan efisiensi tertinggi, dengan waktu mendidihkan air tercepat yaitu 333 detik untuk biopelet daun Jati dan 309 detik untuk biopelet daun Sirsak. Satu lubang angin menghasilkan pembakaran yang lebih lambat akibat suplai oksigen yang terbatas, sedangkan tiga lubang angin menyebabkan aliran udara berlebih yang mengurangi retensi panas secara efisien. Biopelet daun Jati menunjukkan karakteristik pembakaran yang lebih stabil karena kandungan ligninnya yang lebih tinggi, sementara biopelet daun Sirsak lebih cepat terbakar tetapi kurang stabil. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimasi desain tungku melalui konfigurasi lubang angin yang tepat dapat meningkatkan efisiensi pembakaran biopelet, sehingga mendukung pengembangan teknologi energi terbarukan.