I Wayan Karta
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mataram

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH KEGIATAN FINGER PAINTING TERHADAP PERKEMBANGAN KOGNITIF DAN MOTORIK HALUS PADA ANAK KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN KOMBO TAHUN AJARAN 2022 Lisnani; I Wayan Karta; I Made Suwasa Astawa
Jurnal Mutiara Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2024): Februari
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jmp.v4i1.5417

Abstract

Kemampuan perkembangan kognitif dan motorik halus anak pada kelompok B di TK Tunas Harapan Kombo masih kurang berkembang. Sehingga dibutuhkan suatu kegiatan yang menarik minat anak untuk merangsang perkembangan kognitif dan motorik halus sesuai kebutuhan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pengaruh kegiatan finger painting terhadap perkembangan kognitif dan motorik halus pada anak kelompok B. Jenis penelitian yang digunakan eksperimen, metode kuantitatif, pendekatan one group pretest-posttest design menggunakan subjek 20 anak kelompok B. Teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi, dan data dianalisis menggunakan paired sample test. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan ada perbedaan perkembangan kognitif dan motorik halus anak antara sebelum perlakuan kegiatan finger painting dengan setelah perlakuan kegiatan finger painting. Perkembangan kognitif dan motorik halus anak setelah kegiatan finger painting lebih tinggi daripada sebelumnya, ini dibuktikan dengan rata-rata hasil pre-test perkembangan kognitif 27,70 dan rata-rata hasil post-test perkembangan kognitif 50,20 untuk rata-rata hasil pre-test perkembangan motorik halus 26,70 dan rata-rata hasil post-test perkembangan motorik halus 60,65. Disimpulkan, ada pengaruh perlakuan kegiatan finger painting terhadap perkembangan kognitif dan motorik halus anak kelompok B di TK Tunas Harapan Kombo. Diharapkan hendaknya permasalahan tumbuh kembang kognitif dan motorik halus anak usia dini dapat diselesaikan dengan menerapkan kegiatan finger painting.
PENGARUH METODE MENDONGENG MENGGUNAKAN BONEKA JARI DAN METODE BERCERITA MENGGUNAKAN KARTU BERGAMBAR TERHADAP PERKEMBANGAN BICARA ANAK Ayu Trisnawati; I Wayan Karta; Fahruddin
Jurnal Mutiara Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2024): Februari
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jmp.v4i1.5456

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh metode mendongeng menggunakan boneka jari terhadap perkembangan bicara anak kelompok A, menguji pengaruh metode bercerita menggunakan kartu bergambar terhadap perkembangan bicara anak kelompok A, menguji pengaruh secara bersama metode mendongeng menggunakan boneka jari dan metode bercerita menggunakan kartu bergambar terhadap perkembangan bicara anak kelompok A di TK Tunas Harapan Kombo menggunakan metode pre-experimental design dengan one group pretest-posttest design. Populasi yang digunakan 35 anak dengan sampel 15 anak sebagai sumber data yang dikumpulkan dengan instrumen menggunakan teknik observasi dan dokumentasi dengan hasil predikat objektif dalam empat skala mengikat pola likert verifikasi. Teknik analisis data menggunakan regresi linear berganda, uji normalitas, uji linearitas, dan uji hipotesis. Hasil penelitian hipotesis pertama menunjukkan bahwa nilai thitung 3,736 lebih besar dari ttabel 2,145 maka ada pengaruh positif metode mendongeng menggunakan boneka jari terhadap perkembangan bicara anak kelompok A, selanjutnya yang kedua nilai thitung 3,602 lebih besar dari ttabel 2,145 maka ada pengaruh positif metode bercerita menggunakan kartu bergambar terhadap perkembangan bicara anak kelompok A, dan yang ketiga nilai Fhitung 14,944 lebih besar dari Ftabel 3,68 yang berarti ada pengaruh positif metode mendongeng menggunakan boneka jari dan metode bercerita menggunakan kartu bergambar terhadap perkembangan bicara anak kelompok A di TK Tunas Harapan Kombo. Dapat disimpulkan bahwa tiga hipotesis tersebut berpengaruh positif dan signifikan terhadap perkembangan bicara pada anak. Diharapkan pada semua pihak yang berkomitmen untuk meningkatkan perkembangan bicara pada anak usia dini dapat diselesaikan dengan menerapkan metode mendongeng menggunakan boneka jari dan metode bercerita menggunakan kartu bergambar.
PENGARUH INTERAKSI DALAM KELUARGA TERHADAP PERKEMBANGAN KECERDASAN INTRAPERSONAL DAN INTERPERSONAL ANAK KELOMPOK B DI KB MENTARI GOMONG KECAMATAN SELAPARANG KOTA MATARAM rosmeilandari Ros Meilandari; I Nyoman Suarta; I Wayan Karta
Jurnal Mutiara Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2024): Februari
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jmp.v4i1.5633

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh interaksi dalam keluarga terhadap perkembangan kecerdasan intrapersonal dan interpersonal anak kelompok B di KB Mentari Gomong Kecamatan Selaparang Kota Mataram. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kuantitatif dengan metode penelitian expost-Facto. Teknik pengumpulan data berupa lembar angket dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan hipotesis pertama diperoleh nilai sebesar -0,642 dan pada taraf signifikansi 5% (0,05) sebesar 0,553. Maka, lebih besar dari (0,642 > 0,553), sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi interaksi dalam keluarga berpengaruh negatif terhadap perkembangan kecerdasan intrapersonal anak kelompok B di KB Mentari Gomong Kecamatan Selaparang Kota Mataram dengan kontribusi determinan sebesar 41%..Hipotesis kedua hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih besar dari (0,596>0,553), sehingga interaksi dalam keluarga berpengaruh negatif terhadap perkembangan kecerdasan interpersonal anak, serta 35% perkembangan kecerdasan interpersonal dipengaruhi oleh interaksi dalam keluarga. Dari hasil penelitian diharapkan orangtua agar bisa mewujudkan interaksi dalam keluarga yang baik dan tidak berlebihan terhadap anak dan keluarga. Kemudian untuk guru/pendidik agar mengajarkan anak mengenai kecerdasan intrapersonal dan interpersonal sejak dini.