This study examined the relationships between teachers’ information and communication technology (ICT) capability, work culture, and teacher performance in public senior high schools in Dharmasraya Regency. A quantitative survey design was employed involving 81 teachers selected purposively from a population of 466. Data were collected through questionnaires, supported by interviews and documentation, and analyzed using descriptive statistics, simple regression, and multiple regression. The results showed that ICT capability was significantly associated with teacher performance, explaining 44.0% of the variance. Work culture also showed a significant relationship with teacher performance, accounting for 42.3% of the variance. Together, ICT capability and work culture explained 57.7% of the variance in teacher performance. These findings indicate that strengthening teachers’ ICT capability and fostering a supportive work culture are important strategies for improving teacher performance and supporting school effectiveness. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dan menguji data empiris tentang pengaruh keterampilan informasi dan teknologi teknologi komunikasi (TIK) pada kinerja guru, baik sebagian (secara terpisah) dan secara bersamaan (bersama -sama). Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode survei dengan pendekatan regresi untuk data kuantitatif yang diperoleh dari subjek penelitian. Sampel penelitian diambil dari seluruh populasi (sampel jenuh), yang terdiri dari 81 guru di sekolah menengah umum di Kabupaten Dharmasraya. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Jenis analisis yang digunakan adalah analisis regresi sederhana dan berganda, dijelaskan secara deskriptif. Hasil penelitian ini adalah: pertama, ada pengaruh positif dan signifikan dari keterampilan TIK guru terhadap kinerja guru, dengan koefisien penentuan (R2) sebesar 44%. Arah pengaruh ditunjukkan oleh persamaan regresi linier sederhana (koefisien tidak standar b) ŷ = 47.251 + 0,744x1, yang berarti bahwa setiap satu unit peningkatan skor kemampuan TIK guru (x1) akan memiliki efek pada peningkatan skor kinerja guru (y) dengan 47.995. Kedua, ada pengaruh positif dan signifikan dari budaya kerja terhadap kinerja guru, dengan besarnya pengaruh atau koefisien penentuan (R2) sebesar 42,3%. Arah pengaruh ditunjukkan oleh persamaan regresi linier sederhana (koefisien tidak standar b) ŷ = 38.559 + 0,756x2, yang berarti bahwa setiap satu unit peningkatan skor kultur kerja (x2) akan memiliki efek pada peningkatan skor kinerja guru (Y) sebesar 39,315. Ketiga, ada pengaruh positif dan signifikan dari kemampuan TIK guru dan budaya kerja secara bersamaan pada kinerja guru, dengan besarnya pengaruh atau koefisien penentuan (R2) sebesar 57,7%, yang berarti bahwa kemampuan TIK guru dan budaya kerja bersama berkontribusi 57,7% untuk kinerja guru. Arah pengaruh ditunjukkan oleh hasil uji simultan dengan nilai F yang dihitung 55,595 yang lebih besar dari tabel F 3,96 (55,595> 3,96) dan nilai signifikansi 0,000 yang kurang dari 0,05 (0,000 <0,05).