Sri Rachmi Firdausi
Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Medika Suherman

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perbandingan Tren Penjualan dan Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Preferensi Antihistamin Generasi Pertama dan Generasi Kedua pada Konsumen Apotek Komunitas Friska Amalia; Sri Rachmi Firdausi; Ulyati Ulfah; Abdul Rozak
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2577

Abstract

Penyakit alergi merupakan masalah kesehatan yang umum dijumpai di masyarakat sehingga penggunaan antihistamin terus meningkat. Penelitian ini bertujuan membandingkan tren penjualan antihistamin generasi pertama dan generasi kedua serta menganalisis hubungan faktor harga, efektivitas, efek samping, rekomendasi tenaga kesehatan, dan ketersediaan obat dengan preferensi konsumen dalam memilih antihistamin di sebuah apotek komunitas di Kabupaten Bekasi. Penelitian observasional analitik ini menggunakan desain cross-sectional dengan 64 konsumen pembeli antihistamin selama periode 18 Juni-7 Juli 2026 sebagai sampel, yang dipilih melalui purposive sampling. Data primer diperoleh melalui kuesioner skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya (Cronbach's Alpha 0,703), sedangkan data sekunder berupa catatan penjualan obat. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square serta Fisher's Exact Test pada taraf signifikansi 5%. Hasil menunjukkan penjualan antihistamin generasi kedua lebih tinggi dibandingkan generasi pertama, yaitu 59 strip (71,1%) berbanding 24 strip (28,9%), dengan cetirizine sebagai produk terlaris (32 strip). Sebanyak 76,6% konsumen memilih antihistamin generasi kedua. Analisis bivariat menunjukkan hanya faktor efek samping yang berhubungan signifikan dengan pemilihan antihistamin (p=0,001), sedangkan harga, efektivitas, rekomendasi tenaga kesehatan, dan ketersediaan obat tidak menunjukkan hubungan signifikan (p>0,05). Antihistamin generasi kedua lebih banyak terjual dan dipilih konsumen, dengan efek samping sebagai satu-satunya faktor yang berhubungan bermakna terhadap pemilihan tersebut. Temuan ini dapat menjadi dasar pertimbangan bagi apotek dalam perencanaan pengadaan dan pengelolaan persediaan antihistamin.
Analisis Hubungan Karakteristik Pasien dengan Kepuasan Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Cikarang Rosiana Putri; Nirmala Manik; Sri Rachmi Firdausi; Kusno Haryanto
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2624

Abstract

Pelayanan kefarmasian merupakan bagian integral dari sistem pelayanan kesehatan primer di Puskesmas yang berperan penting dalam menjamin mutu dan kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik pasien rawat jalan (usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, jenis layanan asuransi pasien, dan frekuensi kunjungan) dengan tingkat kepuasan terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Cikarang periode Juni–Juli 2026. Penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional ini melibatkan 94 responden rawat jalan yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling berdasarkan rumus Slovin. Data dikumpulkan menggunakan instrumen terstruktur yang telah teruji validitas (r hitung > 0,203) dan reliabilitasnya (Cronbach’s Alpha > 0,70) mencakup lima dimensi SERVQUAL (Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy). Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 30–39 tahun (24,5%), berjenis kelamin perempuan (82,98%), berpendidikan SD dan SMA (masing-masing 41,49%), bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga (70,2%), menggunakan layanan BPJS Kesehatan PBI (Penerima Bantuan Iuran) (65,96%), serta memiliki frekuensi kunjungan 1 kali (66%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa variabel usia memiliki hubungan yang signifikan secara bermakna dengan tingkat kepuasan pasien (p-value = 0,033. Sedangkan, jenis kelamin (p = 0,848), tingkat pendidikan (p = 0,219), pekerjaan (p = 0,924), jenis layanan (p = 0,543), dan frekuensi kunjungan (p = 0,762) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Disimpulkan bahwa Terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik pasien berdasarkan usia dengan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Cikarang. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, jenis layanan asuransi pasien, dan frekuensi kunjungan terhadap tingkat kepuasan pasien.
Hubungan Pengetahuan dengan Sikap Mengenai Period After Opening dan Expired Date Kosmetik Perawatan Kulit di Toko Kosmetik X Lifia Putri Zahrotul Zannati Al-Gojali; Salma Hilmy Rusydi Hashim; Iin Hardiyati; Sri Rachmi Firdausi
Jurnal Lentera Farma Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Lentera Farma
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/w1x2fb17

Abstract

Period After Opening dan Expired Date merupakan informasi penting yang perlu dipahami masyarakat untuk menjamin keamanan, mutu, serta khasiat penggunaan Kosmetik Perawatan Kulit. Kurangnya pengetahuan mengenai Period After Opening dan Expired Date dapat memengaruhi sikap dalam menggunakan kosmetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap mengenai Period After Opening dan Expired Date Kosmetik Perawatan Kulit di Toko Kosmetik X. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik menggunakan pendekatan asosiatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 86 orang. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 95% (α = 0,05). Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik (72 responden; 83,7%), sedangkan 46 responden (52,0%) memiliki sikap positif. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value sebesar 0,475 (p > 0,05), sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan sikap mengenai Period After Opening dan Expired Date pada Kosmetik Perawatan Kulit di Toko Kosmetik X.