Abdullah Naser
Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan dan Perikanan Universitas Tadulako, Jalan Soekarno-Hatta Km. 9, Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia, 94118

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Response of Enzymatic and Fermented Tarum (Indigofera sp.) Soy Sauce on Body Weight and Physiological Status of Female Kacang Goats: Respon Pemberian Kecap Tarum (Indigofera sp.) Enzimatis dan Fermentasi terhadap Bobot Badan dan Status Faali Kambing Kacang Betina Agisna Wiguna Gobel; Abdullah Naser; Padang
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 27 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah AgriSains
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jiagrisains.v27i2.2026.99-110

Abstract

Peningkatan produktivitas kambing Kacang masih terkendala oleh kualitas pakan, sehingga diperlukan pemanfaatan sumber pakan lokal yang dapat meningkatkan pertumbuhan tanpa mengganggu status fisiologis ternak. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh metode pengolahan dan level pemberian kecap daun Tarum (Indigofera sp.) terhadap pertambahan bobot badan, konsumsi bahan kering, efisiensi pakan, dan status faalii kambing Kacang betina. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial dengan dua faktor, yaitu metode pengolahan (enzimatis dan fermentasi) dan level pemberian (0%, 10%, 15%, dan 20%), dengan tiga ulangan. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan metode pengolahan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertambahan bobot badan, sedangkan level pemberian berpengaruh sangat nyata (P<0,01). Level 20% menghasilkan pertambahan bobot badan tertinggi sebesar 42,62 g/ekor/hari. Konsumsi bahan kering dipengaruhi metode pengolahan (P<0,01), sedangkan efisiensi pakan dipengaruhi level pemberian (P<0,01). Status faali tetap dalam kisaran normal. Disimpulkan bahwa kecap daun Tarum hingga level 20% dapat meningkatkan pertumbuhan tanpa mengganggu status faali kambing Kacang betina.