Yulius Duma
Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Jl. Soekarno Hatta No.KM. 9, Tondo, Kec, Mantikulore, Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia, 94118

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Body Condition Score Profile and Morphometric Characteristics of Donggala Cows in Dolo District, Sigi Regency, Central Sulawesi: Profil Skor Kondisi Tubuh dan Karakteristik Morfometrik Induk Sapi Donggala di Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah Riyan Maulana; Yulius Duma; Amiruddin Dg. Malewa; Mobius Tanari; Awaludin; Muhamad Ilyas Mumu
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 27 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah AgriSains
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jiagrisains.v27i2.2026.111-121

Abstract

Sapi Donggala merupakan rumpun sapi potong lokal yang memiliki nilai strategis dalam pengembangan peternakan di Sulawesi Tengah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan skor kondisi tubuh (SKT) dan karakteristik morfometrik induk sapi Donggala di Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, serta mengidentifikasi ukuran tubuh yang berpengaruh terhadap bobot badan. Penelitian menggunakan 50 ekor induk sapi Donggala betina berumur lebih dari dua tahun yang dipilih melalui purposive sampling dan accidental sampling. Variabel yang diamati meliputi SKT skala 1–5, bobot badan, dan ukuran morfometrik berupa tinggi pundak, panjang badan, tinggi pinggul, lebar pinggul, lingkar dada, lebar dada, dan dalam dada. Data dianalisis secara deskriptif, One-Way ANOVA, uji BNT, dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar induk berada pada SKT 2 (48%), diikuti SKT 1 (30%) dan SKT 3 (22%). Peningkatan SKT diikuti peningkatan bobot badan dan sebagian besar ukuran morfometrik. Model regresi memiliki R² sebesar 0,90, sedangkan lingkar dada merupakan prediktor signifikan dengan kontribusi relatif terbesar (48,44%; B=1,59; P<0,01). Disimpulkan bahwa sebagian besar induk berada pada kondisi kurus dan lingkar dada dapat digunakan sebagai ukuran praktis untuk menduga bobot badan, disertai perbaikan manajemen pakan.