Rusdi
Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian dan Peternakan, Universitas Muhammadiyah Bone, Jl. Abu Dg. Pasolong, Biru, Tanete Riattang, Bone, Sulawesi Selatan, Indonesia, 92711

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analysis of Farmers’ Ability to Detect Estrus in Beef Cattle in the Implementation of Artificial Insemination: Analisis Kemampuan Peternak Mendeteksi Birahi (Estrus) pada Sapi Potong dalam Penerapan Inseminasi Buatan Rusdi; Muhammad Farid; Nurfaida
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 27 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah AgriSains
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jiagrisains.v27i2.2026.122-130

Abstract

Sektor peternakan memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat, khususnya daging sapi, sehingga peningkatan populasi dan produktivitas sapi potong menjadi tantangan yang perlu diatasi melalui penerapan teknologi reproduksi seperti inseminasi buatan (IB). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kemampuan peternak dalam mendeteksi birahi dengan tingkat keberhasilan inseminasi buatan (IB) pada sapi potong di Desa Kanco, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan teknik pengambilan data melalui kuesioner yang dibagikan kepada peternak yang telah melakukan IB. Jumlah responden sebanyak 61 orang yang dipilih secara purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kemampuan peternak dalam mendeteksi birahi dengan tingkat keberhasilan IB, yang ditunjukkan oleh nilai korelasi rxy = 0,761 dan nilai signifikansi ρ = 0,000 (ρ <0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa semakin baik kemampuan peternak dalam mengenali tanda-tanda birahi, maka semakin tinggi pula tingkat keberhasilan IB. Temuan ini mendukung pentingnya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peternak melalui pelatihan atau penyuluhan dalam rangka meningkatkan produktivitas peternakan sapi melalui program inseminasi buatan.