Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi motorik siswa melalui implementasi permainan olahraga pada siswa kelas I SD Negeri 1 Sukadana Ilir. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) mengadopsi model Kemmis dan McTaggart yang diselenggarakan dalam dua siklus, yaitu di setiap siklusnya mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, serta refleksi. Subjek sekaligus populasi penelitian ini melibatkan seluruh siswa kelas I SD Negeri 1 Sukadana Ilir yang berjumlah 18 siswa. Teknik pengumpulan data ditempuh melalui instrumen observasi (mengamati aktivitas guru dan siswa), wawancara (menggali problem pembelajaran), dokumentasi (data pendukung), dan tes untuk mengukur tingkat kemampuan motorik. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif menggunakan nilai rata-rata serta persentase ketuntasan belajar, yang kemudian didukung oleh analisis deskriptif kualitatif atas hasil observasi dan wawancara. Hasil penelitian membuktikan bahwa penerapan permainan olahraga secara signifikan mampu meningkatkan kemampuan motorik siswa. Hal tersebut tecermin dari lonjakan nilai rata-rata kemampuan motorik dari 61,1 pada kondisi pra-siklus, naik menjadi 77,5 pada siklus I, dan mencapai ekspektasi sebesar 86,1 pada siklus II. Selaras dengan itu, persentase ketuntasan belajar siswa turut melonjak dari semula 33,3% (6 siswa) saat pra-siklus, meningkat menjadi 77,7% (14 siswa) pada siklus I, hingga menyentuh angka 88,8% (16 siswa) di akhir siklus II. Hal ini menunjukkan bahwa intervensi berbasis permainan olahraga efektif dalam mengoptimalkan kemampuan motorik siswa sekaligus mewujudkan suasana pembelajaran PJOK yang aktif, rekreatif, serta berpusat pada siswa (student-centered).