Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH PENGGUNAAN TANAMAN REFUGIA TERHADAP POPULASI HAMA, INTENSITAS SERANGAN ULAT GRAYAK DAN BIODIVERSITAS SERANGGA PADA TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt) Sri Purnama Makmur; Angry P. Solihin; Silvana Apriliani; Rida Iswati; Zulzain Ilahude
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 6 (2026): Desember
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i6.3124

Abstract

Tingginya serangan hama serangga pada pertanaman jagung manis sering mendorong penggunaan insektisida kimia secara intensif, yang berpotensi menurunkan keberagaman dan keseimbangan komunitas serangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan tanaman refugia terhadap populasi hama dan biodiversitas serangga. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan maret sampai dengan bulan juni 2024, di Desa Helumo Kecamatan Suwawa Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo dan Laboratorium Hama dan Penyakit Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo. Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang digunakan dengan tiga perlakuan; P0 = Kontrol, P1 = Tanaman Refugia dan P2 = Insektisida Kimia, masing-masing diulang sebanyak empat kali. Parameter yang diamati adalah jenis-jenis hama yang menyerang pada tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Sturt), populasi hama, indeks keanekaragaman dan intensitas serangan ulat grayak (Spodoptera frugipeda). Data jenis hama dianalisis secara deskriptif kualitatif selanjutnya populasi hama, indeks keanekaragaman dan intensitas serangan ulat grayak (Spodoptera frugipeda) dianalisis secara statistik dengan menggunakan Analisis Varian (ANOVA) dan uji lanjut Duncan pada taraf signifikan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada penggunaan tanaman refugia tidak terdapat perbedaan antara populasi hama pada perlakuan refugia dengan kontrol dan insektisida kimia. Perlakuan refugia mampu menurunkan intensitas serangan hama ulat grayak dibandingkan perlakuan kontrol, meskipun penurunan tersebut tidak sebesar pada perlakuan insektisida kimia. serta mampu mempertahankan biodiversitas serangga yang lebih beragam dibandingkan perlakuan insektisida.