Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI ANCAMAN BENCANA GEMPA BUMI SESAR MERAPI MERBABU DI DESA BANYUBIRU KECAMATAN BANYUBIRU KABUPATEN SEMARANG Novia Maghfiroh; Andi Irwan Benardi
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 6 (2026): Desember
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i6.3141

Abstract

Indonesia memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi karena berada pada wilayah tektonik aktif, yaitu zona pertemuan Lempeng Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik. Kondisi geografis tersebut menyebabkan Indonesia sering mengalami bencana alam, khususnya gempa bumi. Salah satu wilayah yang memiliki potensi ancaman gempa bumi adalah Desa Banyubiru, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, karena berada di sekitar jalur Sesar Merapi-Merbabu. Kesiapsiagaan masyarakat menjadi aspek penting untuk mengurangi risiko korban jiwa, kerusakan fisik, serta kerugian sosial akibat bencana gempa bumi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman gempa bumi Sesar Merapi-Merbabu di Desa Banyubiru. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh kepala keluarga di Desa Banyubiru yang berjumlah 2.806 kepala keluarga. Sampel penelitian terdiri atas 280 kepala keluarga yang ditentukan menggunakan teknik proportional random sampling, yaitu dengan mengambil 10% responden dari setiap Rukun Warga secara acak. Variabel penelitian meliputi pengetahuan dan sikap masyarakat, kebijakan dan panduan, rencana tanggap darurat, sistem peringatan bencana, mobilisasi sumber daya, dan kesiapsiagaan masyarakat. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, tes, dan kuesioner. Analisis data dilakukan menggunakan teknik skoring skala Likert dan deskriptif persentase, kemudian dikategorikan berdasarkan klasifikasi kesiapsiagaan bencana menurut LIPI-UNESCO/ISDR 2006. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks kesiapsiagaan masyarakat Desa Banyubiru sebesar 78 dan termasuk kategori “Kurang Siap”. Kondisi tersebut terutama disebabkan oleh pelatihan dan simulasi bencana yang belum menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kesiapsiagaan perlu dilakukan melalui sosialisasi, pelatihan, dan simulasi bencana secara merata dan berkelanjutan.