Putus sekolah pada jenjang pendidikan dasar masih menjadi permasalahan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain keterbatasan ekonomi keluarga, rendahnya motivasi belajar, kurangnya perhatian orang tua, serta keterbatasan dukungan lingkungan pendidikan. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan kesadaran dan keterlibatan orang tua dalam mendukung keberlanjutan pendidikan anak. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan motivasi wali murid mengenai pentingnya pendidikan lanjutan serta pencegahan putus sekolah melalui program Bright Future Campaign. Kegiatan dilaksanakan di SD Negeri 8 Jambewangi, Dusun Sidomulyo, Kabupaten Banyuwangi, pada 23 Juli 2026 dengan melibatkan 30 wali murid siswa kelas V dan VI. Program dilaksanakan melalui talkshow dan diskusi interaktif dengan pendekatan edukatif dan partisipatif. Evaluasi dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program memperoleh respons yang sangat baik dari peserta. Pemahaman, kesadaran, kepedulian, motivasi, dan rencana aksi wali murid berada pada kategori sangat baik dengan skor rata-rata 4,33–4,45 dari skala 5. Keterlibatan emosional orang tua terhadap pendidikan anak menjadi temuan paling menonjol dengan skor rata-rata 4,60, sedangkan tingkat kepuasan peserta mencapai 4,47. Meskipun demikian, keterbatasan waktu dan kesibukan pekerjaan masih menjadi kendala dalam mengikuti kegiatan lanjutan. Program Bright Future Campaign berkontribusi dalam memperkuat peran orang tua sebagai pendamping utama pendidikan anak dan mendukung upaya pencegahan putus sekolah serta pencapaian SDG 4.