Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat melalui Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dan Pupuk Organik Padat (POP) Berbasis Limbah Organik di Desa Rantau Bakung, Kabupaten Indragiri Hulu Yuliantoro; Addini Rahayu Aldra; Putrima Sulhana Sulhan; Yuni Yanti; Nurmala Sari; Nur Hanifah; Ahmad Juneidi Lubis; Abrar Fatahilah; Sarial Usman; Muhammad Bayu Syahputra; Desi Aprianti
Jurnal Pengabdian Cendekia Vol. 2 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Cendekia
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/jpc.v2i2.183

Abstract

Penggunaan pupuk anorganik secara terus-menerus dan belum optimalnya pemanfaatan limbah organik menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi masyarakat Desa Rantau Bakung, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu. Kondisi tersebut meningkatkan ketergantungan terhadap pupuk kimia serta menyebabkan limbah organik belum dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber daya yang bernilai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah organik menjadi pupuk alternatif melalui pelatihan dan pendampingan pembuatan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR), Mikroorganisme Lokal (MOL), Eco Enzym, dan Bokashi. Kegiatan dilaksanakan pada 11 Juli dan 31 juli 2026 di BUMDes Ketahanan Pangan Desa Rantau Bakung dengan melibatkan 25 peserta yang terdiri atas kelompok tani dan masyarakat. Metode kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahap persiapan, sosialisasi, demonstrasi, praktik, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pemanfaatan limbah organik serta kemampuan dalam mempraktikkan pembuatan PGPR, MOL, Eco Enzym, dan Bokashi secara mandiri. Peserta juga berhasil menghasilkan produk pupuk organik yang mengalami proses fermentasi sesuai prosedur. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan dapat meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengolah limbah organik menjadi pupuk alternatif yang ramah lingkungan. Pemanfaatan tersebut berpotensi mengurangi limbah organik, menekan ketergantungan terhadap pupuk anorganik, serta mendukung penerapan pertanian berkelanjutan berbasis potensi lokal.