Penggunaan pupuk anorganik secara terus-menerus dan belum optimalnya pemanfaatan limbah organik menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi masyarakat Desa Rantau Bakung, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu. Kondisi tersebut meningkatkan ketergantungan terhadap pupuk kimia serta menyebabkan limbah organik belum dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber daya yang bernilai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah organik menjadi pupuk alternatif melalui pelatihan dan pendampingan pembuatan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR), Mikroorganisme Lokal (MOL), Eco Enzym, dan Bokashi. Kegiatan dilaksanakan pada 11 Juli dan 31 juli 2026 di BUMDes Ketahanan Pangan Desa Rantau Bakung dengan melibatkan 25 peserta yang terdiri atas kelompok tani dan masyarakat. Metode kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahap persiapan, sosialisasi, demonstrasi, praktik, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pemanfaatan limbah organik serta kemampuan dalam mempraktikkan pembuatan PGPR, MOL, Eco Enzym, dan Bokashi secara mandiri. Peserta juga berhasil menghasilkan produk pupuk organik yang mengalami proses fermentasi sesuai prosedur. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan dapat meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengolah limbah organik menjadi pupuk alternatif yang ramah lingkungan. Pemanfaatan tersebut berpotensi mengurangi limbah organik, menekan ketergantungan terhadap pupuk anorganik, serta mendukung penerapan pertanian berkelanjutan berbasis potensi lokal.
Copyrights © 2026