Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan Pemerintah Kabupaten Jayapura selama periode 2015–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif analitis berbasis data sekunder. Data penelitian diperoleh dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Jayapura berupa Laporan Realisasi Anggaran (LRA) dan Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) tahun 2015–2024. Analisis data dilakukan menggunakan rasio kinerja keuangan daerah yang meliputi rasio kemandirian keuangan daerah, rasio efektivitas, rasio efisiensi, rasio aktivitas, dan rasio pertumbuhan untuk menggambarkan kondisi pengelolaan keuangan daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja keuangan Pemerintah Kabupaten Jayapura selama periode 2015–2024 masih menghadapi berbagai tantangan. Rasio kemandirian keuangan daerah menunjukkan tingkat kemandirian fiskal yang rendah dengan dominasi ketergantungan terhadap pendapatan transfer pemerintah pusat. Rasio efektivitas Pendapatan Asli Daerah (PAD) menunjukkan pola yang berfluktuasi dan cenderung mengalami penurunan pada akhir periode penelitian. Sementara itu, rasio efisiensi menunjukkan kemampuan pengelolaan anggaran yang relatif baik, meskipun terdapat peningkatan tekanan fiskal akibat pertumbuhan belanja yang lebih besar dibandingkan peningkatan pendapatan. Dari sisi aktivitas belanja, struktur anggaran masih didominasi oleh belanja operasi dibandingkan belanja modal yang bersifat produktif. Selain itu, rasio pertumbuhan PAD menunjukkan pola yang fluktuatif dan belum mencerminkan pertumbuhan fiskal yang berkelanjutan. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Jayapura masih perlu memperkuat kapasitas fiskal daerah melalui optimalisasi PAD dan peningkatan kualitas belanja publik untuk mewujudkan kemandirian keuangan daerah yang lebih berkelanjutan.