Abstract: This study aims to analyze the economic sustainability of pangasius (Pangasius hypophthalmus) grow-out aquaculture in Kampung Patin Modern, East OKU Regency. The study employed the Rapid Appraisal for Fisheries (RAPFISH) approach using Multi-Dimensional Scaling (MDS), focusing on the economic dimension supported by social, ecological, institutional, and policy dimensions. The results indicate that the economic sustainability index is 62.41, categorized as moderately sustainable. The Monte Carlo analysis shows a difference of 1.13, indicating model stability. The coefficient of determination (R²) of 0.974 and stress value of 0.117 confirm the reliability of the model. Leverage analysis identifies feed cost, fish price, market access, business profitability, and business scale as key influencing attributes. Overall, pangasius aquaculture demonstrates sustainable economic potential but requires improvements in efficiency, market access, and policy support. Keywords: Economic Sustainability, Pangasius, RAPFISH, Aquaculture Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberlanjutan ekonomi budidaya pembesaran ikan patin (Pangasius hypophthalmus) di kawasan Kampung Patin Modern Kabupaten OKU Timur. Pendekatan yang digunakan adalah Rapid Appraisal for Fisheries (RAPFISH) dengan metode Multi-Dimensional Scaling (MDS) yang difokuskan pada dimensi ekonomi serta didukung oleh dimensi sosial, ekologi, kelembagaan, dan kebijakan. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai indeks keberlanjutan ekonomi sebesar 62,41 yang termasuk dalam kategori cukup berkelanjutan. Hasil uji Monte Carlo menunjukkan selisih sebesar 1,13, yang mengindikasikan model stabil dan tidak sensitif terhadap kesalahan acak. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,974 dan nilai stress sebesar 0,117 menunjukkan bahwa model memiliki tingkat keandalan yang tinggi. Analisis leverage menunjukkan bahwa atribut yang paling berpengaruh terhadap keberlanjutan ekonomi adalah biaya pakan, harga jual ikan, akses pasar, keuntungan usaha, dan skala usaha. Secara keseluruhan, budidaya ikan patin memiliki potensi ekonomi yang berkelanjutan, namun masih memerlukan peningkatan efisiensi usaha, penguatan akses pasar, serta dukungan kebijakan. Kata Kunci: Keberlanjutan Ekonomi, Ikan Patin, RAPFISH, Budidaya, OKU Timur