Santi Indra Astuti
Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung, Indonesia.

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Transformasi Komunikasi Publik di Desa Cileunyi Kulon Lutfia Amalia Putri; Santi Indra Astuti
Bandung Conference Series: Communication Management 307 - 316
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.23945

Abstract

The transformation of public communication through social media has become a phenomenon in village governance in the digital era. Social media not only serves as a channel for disseminating information but also promotes open, participatory, and collaborative communication. In Cileunyi Kulon Village, public communication through Instagram is managed not only by the village government and Neighborhood Associations, which informally administer Instagram accounts. This practice reflects a shift from formal public communication toward a community-based communication model. This study aims to analyze the transformation of public communication through Neighborhood Association Instagram accounts in Cileunyi Kulon Village and to identity the challenges encountered in implementation. The study employed a descriptive qualitative method using the POAC management functions (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) and Computer-Mediated Communication theory as analytical frameworks. Teh findings indicate that Neighborhood Association Instagram accounts function as an extension of the village government’s public communication by enabling faster, flexible, and interactive information dissemination. However,  implementation continues to face challenges, including limited human resources, inconsistent account management, and weak coordination among communcators. The study concludes that the transformation of public communication at the village level involves digitalization of communication media and changes in communicators roles, communication patterns, and collaborative public communication management. Transformasi komunikasi publik melalui media sosial menjadi fenomena penting dalam penyelenggaraan pemerintahan desa di era digital. Media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi, tetapi juga mendorong terwujudnya komunikasi yang lebih terbuka, partisipatif, dan kolaboratif. Di Desa Cileunyi Kulon, komunikasi publik melalui Instagram tidak hanya dikelola oleh pemerintah desa, tetapi juga melibatkan Rukun Warga sebagai pengelola akun Instagram wilayah secara informal. Kondisi ini menunjukkan adanya pergeseran praktik komunikasi publik dari pola yang bersifat formal menuju komunikasi berbasis komunitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi komunikasi publik melalui pemanfaatan Instagram Rukun Warga di Desa Cileunyi Kulon serta mengidentifikasi tantangan dalam implementasinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan analisis berdasarkan fungsi manajemen POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) dan teori Computer Mediated Communication (CMC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram Rukun Warga berperan sebagai perpanjangan komunikasi publik pemerintah desa melalui penyebaran informasi yang lebih cepat, fleksibel, dan interaktif. Pelaksanaannya masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan sumber daya manusia, konsistensi pengelolaan akun, dan koordinasi antar komunikator. Penelitian menyimpulkan bahwa transformasi komunikasi publik di tingkat desa tidak hanya ditandai oleh digitalisasi media, tetapi juga mencakup perubahan peran komunikator, pola interaksi, serta sistem pengelolaan komunikasi publik yang lebih kolaboratif dalam mendukung penyelenggaraan komunikasi publik di tingkat desa.
Potret Komunikasi Antarbudaya Delegasi Unisba pada ANNIE School Net Conference 2024 Zidan Andika Hidayat; Santi Indra Astuti
Bandung Conference Series: Communication Management 477 - 484
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.24307

Abstract

This study describes intercultural communication, communication barriers, and communication adaptation among participants of the ANNIE School Net Conference 2024. Using a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation involving Indonesian and Vietnamese delegates. Findings reveal that intercultural communication occurred through formal and informal activities presentations, group discussions, cultural sharing sessions, and daily social interactions that served as media for information exchange, cultural learning, and global perspective development. Barriers encountered included limited English proficiency, accent differences, varying communication styles, and psychological factors such as nervousness and shyness. To overcome these, participants adapted their speaking styles, simplified their language, used nonverbal cues and translation apps, practiced active listening, and stayed open to other cultures. These adaptations reduced communication barriers and strengthened participants' intercultural communication competence, showing that the conference functioned both as an academic exchange forum and a learning space for cross-cultural communication skills.   Penelitian ini menggambarkan proses komunikasi antarbudaya, hambatan komunikasi, dan adaptasi komunikasi peserta ANNIE School Net Conference 2024. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap delegasi Indonesia dan Vietnam. Hasil menunjukkan komunikasi antarbudaya berlangsung melalui kegiatan formal maupun nonformal presentasi, diskusi kelompok, pertukaran budaya, dan interaksi sosial sehari-hari yang berfungsi sebagai sarana pertukaran informasi, pembelajaran budaya, dan pengembangan wawasan global. Hambatan yang muncul meliputi keterbatasan bahasa Inggris, perbedaan aksen, perbedaan gaya komunikasi, serta faktor psikologis seperti gugup dan malu. Untuk mengatasinya, peserta menyesuaikan gaya bicara, menyederhanakan bahasa, memanfaatkan komunikasi nonverbal dan aplikasi penerjemah, meningkatkan kemampuan mendengarkan aktif, serta membangun keterbukaan terhadap budaya lain. Adaptasi ini berhasil mengurangi hambatan komunikasi sekaligus meningkatkan kompetensi komunikasi antarbudaya peserta, menunjukkan bahwa konferensi ini berfungsi baik sebagai forum pertukaran akademik maupun ruang pembelajaran komunikasi lintas budaya.
Pengelolaan Pesan Kesadaran Lingkungan Sampah dari Instagram Stories, Reels & Feed pada Akun @Cibunutfinest Dea Fadillah Aprilliani; Santi Indra Astuti
Bandung Conference Series: Communication Management 631 - 640
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.24747

Abstract

This research analyzes the management of environmental awareness messages regarding waste through the Instagram account @cibunutfinest, managed by the Kampung Cibunut community in Bandung. The background of this research stems from the high volume of waste in Bandung City, reaching 1,496 tons per day, Kampung Cibunut has successfully transformed from a slum area into an environmental education tourism village through the zero waste concept and Kang Pisman Movement. This study employs a qualitative approach with thematic analysis within an interpretive paradigm. Data was collected through Instagram content observation, in depth interviews with four informants consisting of the community founder, account manager, RW chairman, and a local resident, as well as documentation. The research findings indicate that @cibunutfinest manages messages by combining pragmatic functions and constitutive functions through educational and persuasive visual content strategies. The message production process is organic, community based, and collaborative, utilizing the ATM (Observe, Imitate, Modify) approach. Message distribution employs a multi-channel strategy that combines Instagram features (Stories, Reels, Feed) with WhatsApp groups, YouTube, and door-to-door education to reach all community segments. This research enriches the literature on social media-based environmental communication and provides a practical model for other communities in building environmental awareness through digital platforms.   Penelitian ini menganalisis pengelolaan pesan kesadaran lingkungan sampah melalui akun Instagram @cibunutfinest yang dikelola oleh komunitas Kampung Cibunut di Bandung. Latar belakang penelitian ini berangkat dari permasalahan tingginya volume sampah di Kota Bandung yang mencapai 1.496 ton per hari, Kampung Cibunut berhasil bertransformasi dari permukiman kumuh menjadi kampung wisata edukasi lingkungan melalui penerapan konsep zero waste dan Gerakan Kang Pisman. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis tematik dalam paradigma interpretif. Data dikumpulkan melalui observasi konten Instagram, wawancara mendalam dengan empat informan yang terdiri dari penggagas komunitas, pengelola akun, ketua RW, dan warga setempat, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa @cibunutfinest mengelola pesan dengan memadukan fungsi pragmatis dan fungsi konstitutif melalui strategi konten visual yang edukatif dan persuasif. Proses produksi pesan bersifat organik, berbasis komunitas, dan kolaboratif dengan pendekatan ATM (Amati, Tiru, Modifikasi). Distribusi pesan menerapkan strategi multi saluran yang memadukan fitur Instagram (Stories, Reels, Feed) dengan WhatsApp grup, YouTube, dan edukasi door to door untuk menjangkau seluruh lapisan warga.