Septya Rizky Maulana
Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung, Indonesia.

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Fotografi sebagai Media Komunikasi Pemasaran Septya Rizky Maulana; Wiki Angga Wiksana
Bandung Conference Series: Communication Management 503 - 510
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.24329

Abstract

The development of social media, particularly Instagram, has intensified competition in the wedding photography industry. Every service provider is required to present a strong visual identity to attract audience attention. This situation is also experienced by Nesnumoto, which faces challenges such as changing visual trends, dynamic algorithms, and numerous competitors with similar qualities. This study aims to determine how Nesnumoto utilizes photography as a digital marketing communication medium and understand the challenges that arise in this process. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. Data were obtained through in-dept interviews, observations, and documentation of digital activities carried out. Data analysis was carried out through the stages of reduction, presentation, and drawing conclusions based on the Miles & Huberman model. The results of this study indicate that photography serves not only as visual documentation but also as a strategic medium that shapes image, strengthens brand identity, and enhances consumer interest. Perkembangan media sosial, khususnya Instagram, membuat persaingan di industri fotografi pernikahan semakin ketat. Setiap penyedia jasa dituntut untuk menampilkan identitas visual yang kuat agar mampu menarik perhatian audiens. Kondisi ini turut dialami oleh Nesnumoto yang menghadapi tantangan berupa perubahan tren visual, algoritma yang dinamis, serta banyaknya kompetitor dengan kualitas serupa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Nesnumoto memanfaatkan fotografi sebagai media komunikasi pemasaran digital serta memahami tantangan yang muncul dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi aktivitas digital yang dilakukan. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan berdasarkan model Miles & Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fotografi tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi visual, tetapi juga sebagai medium strategis yang membentuk citra, memperkuat identitas brand, serta meningkatkan ketertarikan konsumen.