Ratri Rizki Kusumalestari
Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung, Indonesia.

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Terpaan Parenting TikTok dan Sikap Orang Tua tentang Emosi Anak Nayla Maimana; Ratri Rizki Kusumalestari
Bandung Conference Series: Communication Management 671 - 680
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.24841

Abstract

This study examines the effect of exposure to parenting messages on TikTok on parents' attitudes regarding children's emotional development, focusing on parents of students at RA Attaqwa 09 Babelan, Bekasi Regency. The rise of social media as a primary source of parenting information amid parents' busy working lives underlies the urgency of this research. A quantitative approach with a survey method was applied, grounded in Behaviorism, Stimulus-Response, and Message Effects theories. Data were collected through a Likert-scale questionnaire distributed to 54 respondents determined by purposive sampling and the Slovin formula from a population of 62 parents, then analyzed using simple linear regression covering the main hypothesis and three sub-hypotheses representing the cognitive, affective, and conative dimensions of attitude. Results show that exposure to parenting messages on TikTok (X) has no significant effect on parents' attitudes toward children's emotional development (Y), with a significance value of 0.747 (>0.05) and an R Square of only 0.2%. The same pattern holds for all three dimensions, with significance values of 0.671 (cognition), 0.771 (affection), and 0.595 (conation). These findings indicate that parental attitudes are shaped more by direct parenting experience, structured professional guidance, and internalized cultural-religious values than short-form social media content.   Penelitian ini mengkaji pengaruh terpaan pesan parenting di media sosial TikTok terhadap sikap orang tua terkait perkembangan emosi anak, dengan objek orang tua murid RA Attaqwa 09 Babelan, Kabupaten Bekasi. Tingginya penggunaan media sosial sebagai sumber utama informasi pengasuhan di tengah kesibukan orang tua menjadi urgensi penelitian ini. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, berlandaskan Teori Behaviorisme, Teori Stimulus-Response, dan Teori Efek Terpaan Pesan. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert yang disebarkan kepada 54 responden yang ditentukan dengan purposive sampling dan rumus Slovin dari populasi 62 orang tua, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear sederhana mencakup hipotesis utama dan tiga sub-hipotesis yang mewakili dimensi kognisi, afeksi, dan konasi dari sikap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terpaan pesan parenting di TikTok (X) tidak berpengaruh signifikan terhadap sikap orang tua terkait perkembangan emosi anak (Y), dengan nilai signifikansi 0,747 (>0,05) dan R Square hanya 0,2%. Pola serupa juga terjadi pada ketiga dimensi, dengan nilai signifikansi 0,671 (kognisi), 0,771 (afeksi), dan 0,595 (konasi). Temuan ini mengindikasikan bahwa sikap orang tua lebih banyak dibentuk oleh pengalaman pengasuhan langsung, bimbingan profesional yang terstruktur, serta nilai budaya-agama yang terinternalisasi, dibandingkan konten media sosial berdurasi singkat.
Adaptasi Komunikasi dan Homesickness pada Mahasiswa Perantau Dimas Saputra Zami; Ratri Rizki Kusumalestari
Bandung Conference Series: Communication Management 681 - 688
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.24847

Abstract

Out-of-region migrant students at Universitas Islam Bandung (Unisba) face the dual challenge of intercultural communication adaptation and the risk of homesickness, yet the relationship between the two has rarely been examined in an Islamic higher education setting. This study examines the relationship between communication adaptation and the level of homesickness among migrant students from outside West Java at Unisba, including its three dimensions: verbal–nonverbal communication adjustment, anxiety and uncertainty management, and the ability to build social relationships. A quantitative correlational method was used, with data collected through a five-point Likert-scale questionnaire from 103 respondents selected by proportionate stratified random sampling from a population of 830 students. Data were analyzed using Pearson Product Moment correlation and simple linear regression, and confirmed with Spearman correlation. The results show a very strong, significant, and negative relationship between communication adaptation and homesickness (r = −0.884; p < 0.001), with communication adaptation explaining 78.1% of the variance in homesickness. All three dimensions are also negatively and significantly related, the strongest being anxiety and uncertainty management. Communication adaptation thus functions as a protective factor against homesickness.   Mahasiswa perantau luar Jawa Barat di Universitas Islam Bandung (Unisba) menghadapi tantangan adaptasi komunikasi antarbudaya sekaligus risiko mengalami homesickness, namun hubungan keduanya masih jarang dikaji dalam konteks perguruan tinggi Islam. Penelitian ini bertujuan menguji hubungan antara adaptasi komunikasi dengan tingkat homesickness pada mahasiswa perantau luar Jawa Barat di Unisba, termasuk ketiga dimensinya: penyesuaian komunikasi verbal–nonverbal, pengelolaan kecemasan dan ketidakpastian, serta kemampuan membangun relasi sosial. Metode yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert 1–5 dari 103 responden yang dipilih menggunakan proportionate stratified random sampling dari populasi 830 mahasiswa. Data dianalisis menggunakan korelasi Pearson Product Moment dan regresi linear sederhana, serta dikonfirmasi dengan korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan hubungan negatif yang sangat kuat dan signifikan antara adaptasi komunikasi dengan homesickness (r = −0,884; p < 0,001), dengan adaptasi komunikasi menjelaskan 78,1% variasi homesickness. Ketiga dimensi adaptasi komunikasi juga berhubungan negatif dan signifikan, dengan dimensi pengelolaan kecemasan dan ketidakpastian sebagai yang terkuat. Adaptasi komunikasi berfungsi sebagai faktor protektif terhadap homesickness.