Haikal Algifari
Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung, Indonesia.

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Komunikasi Mentor dalam Membangun Literasi Media Digital pada Mahasiswa Magang: Studi Kasus Divisi Fact Checking di DInas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat Unit Jabar Saber Hoaks Haikal Algifari; Erik Setiawan
Bandung Conference Series: Communication Management 743 - 752
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.25040

Abstract

The rapid development of digital technology has transformed the way people access, produce, and disseminate information while increasing the spread of misinformation that threatens the quality of information in digital spaces. This condition highlights the importance of strengthening digital media literacy, particularly among young people. Jabar Saber Hoaks, a unit under the West Java Provincial Office of Communication and Informatics, contributes to hoax mitigation through fact-checking activities involving student interns in its Fact Checking Division. This study aims to analyze mentors’ communication strategies in fostering digital media literacy, explain how the values of honesty (sidq), responsibility (amanah), and verification (tabayyun) are integrated into the mentoring process, and identify the reasons for integrating these values. This research employed a qualitative case study within a constructivist paradigm. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation, and analyzed using the Miles and Huberman interactive model with source triangulation. The findings reveal that mentors implemented communication strategies through the stages of research, planning, execution, evaluation, and reporting, supported by dialogic, adaptive, and learning-by-doing interpersonal communication. The integration of sidq, amanah, and tabayyun through guidance, discussion, mentoring, review, evaluation, and habituation strengthened critical thinking, integrity, responsibility, professionalism, and the digital media literacy of student interns.   Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara individu dalam mengakses, memproduksi, dan menyebarkan informasi, namun juga meningkatkan penyebaran hoaks yang mengancam kualitas informasi di ruang digital. Kondisi ini menegaskan pentingnya penguatan literasi media digital, terutama bagi generasi muda. Unit Jabar Saber Hoaks sebagai bagian dari Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat berperan dalam mitigasi hoaks melalui kegiatan verifikasi informasi yang melibatkan mahasiswa magang Divisi Pengecekan Fakta (Fact Checking). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi mentor dalam membangun literasi media digital, menjelaskan cara mentor dalam mengintegrasikan nilai kejujuran (sidq), tanggung jawab (amanah), dan ketelitian dalam verifikasi informasi (tabayyun), serta mengidentifikasi alasan integrasi nilai-nilai tersebut dalam proses mentoring. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus berparadigma konstruktivisme. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan uji keabsahan data melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi mentor diterapkan melalui tahapan research, planning, execute, evaluation, dan report yang didukung komunikasi interpersonal yang dialogis, adaptif, dan berbasis learning by doing. Integrasi nilai sidq, amanah, dan tabayyun melalui pengarahan, diskusi, pendampingan, review, evaluasi, dan pembiasaan terbukti mampu membangun kemampuan berpikir kritis, integritas, tanggung jawab, profesionalisme, serta literasi media digital pada mahasiswa magang.