Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji preferensi Generasi Z di Indonesia terhadap berbagai model kerja, yaitu gig economy, hybrid working, dan stabilitas kontrak, beserta faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 50 responden Generasi Z yang lahir pada periode 1997–2009. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling, sedangkan data dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan skala Likert 1–5. Variabel bebas yang dianalisis meliputi work-life balance, fleksibilitas kerja, keamanan finansial, pengembangan karier, dan norma sosial. Analisis data dilakukan menggunakan regresi logistik multinomial dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden lebih cenderung memilih pekerjaan dengan stabilitas kontrak dibandingkan sistem hybrid working maupun gig economy. Fleksibilitas kerja diketahui memiliki pengaruh signifikan terhadap preferensi pada gig economy dan hybrid working, sementara pengembangan karier memberikan pengaruh positif terhadap pilihan hybrid working. Selain itu, norma sosial terbukti memberikan pengaruh negatif terhadap minat pada sistem kerja hybrid. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun Generasi Z menginginkan fleksibilitas dalam bekerja, mereka tetap memprioritaskan keamanan finansial dan kestabilan karier dalam menentukan pilihan pekerjaan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi organisasi dan praktisi sumber daya manusia dalam menyusun kebijakan kerja yang lebih sesuai dengan karakteristik Generasi Z di era digital.