Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

INOVASI PEMASARAN SEBAGAI KUNCI KEBERLANJUTAN UMKM : TINJAUAN STUDI LITERATUR Imamul Khaira; Evi Suryani Harahap; Loranty Folia Simanjuntak; Irma Siagian; Siregar, Syati Manaharawan
Jurnal Manajemen dan Pemasaran Vol. 3 No. 1 (2024): Edisi Agustus 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jumper.v3i1.1304

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran inovasi pemasaran sebagai faktor kunci dalam menjamin keberlanjutan UMKM di Kota Medan melalui pendekatan studi literatur. Analisis menunjukkan pertumbuhan signifikan jumlah UMKM di Medan dari 27 ribu (2021) menjadi 90 ribu (2022), yang diikuti transformasi digital dalam strategi pemasaran mereka. Sekitar 78% UMKM telah mengadopsi minimal satu platform digital untuk aktivitas pemasaran, dengan Instagram sebagai platform terpopuler (45%), diikuti Facebook (30%), dan WhatsApp Business (25%). Studi mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi inovasi pemasaran, termasuk kapasitas SDM, manajemen operasional, dan dukungan pemerintah. UMKM yang mendapat pendampingan pemerintah menunjukkan peningkatan performa pemasaran sebesar 70% dalam enam bulan pertama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi antara pendekatan digital dan konvensional menjadi kunci keberhasilan, dengan strategi omnichannel terbukti paling efektif dalam menjangkau berbagai segmen konsumen. Implementasi inovasi pemasaran menghasilkan peningkatan rata-rata omset sebesar 55% dan efisiensi operasional hingga 30%. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis dalam pengembangan model inovasi pemasaran yang berkelanjutan untuk UMKM di era digital.
Pengaruh Kualitas Content Marketing dan Intensitas Social Media Advertising terhadap Minat Beli Konsumen Irma Siagian
Jurnal Riset Bisnis dan Ekonomi Digital Vol. 3 No. 1 (2026): Call for Paper: April 2026
Publisher : Yayasan Literasi Emas Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67551/c61hxh56

Abstract

 Perkembangan pesat media sosial telah mengubah perilaku konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian, sekaligus menuntut perusahaan untuk merancang strategi pemasaran yang lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh kualitas content marketing dan intensitas social media advertising terhadap minat beli konsumen. Kualitas content marketing mencakup sejauh mana konten yang disajikan relevan, menarik, dan memberikan nilai tambah bagi konsumen, baik dari sisi informasi maupun hiburan. Intensitas social media advertising merujuk pada frekuensi dan konsistensi iklan yang muncul di berbagai platform, sehingga meningkatkan visibilitas produk dan kesadaran brand. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten yang kreatif dan informatif mampu membangun keterlibatan dan kepercayaan konsumen, sedangkan iklan yang konsisten dan tertarget memperkuat pengaruh tersebut serta mendorong minat untuk melakukan pembelian. Penelitian ini menegaskan bahwa strategi pemasaran digital yang efektif memerlukan kombinasi antara konten berkualitas dan iklan yang intens, sehingga perusahaan dapat meningkatkan minat beli konsumen secara signifikan di tengah persaingan digital yang ketat.
Preferensi Kerja Fleksibel Generasi Z Indonesia: Antara Gig Economy, Hybrid, atau Stabilitas Kontrak Dhea Yurike Silaban; Gustina Natalia Togatorop; Indi Paska Simamora; Ruhama Girsang; Irma Siagian
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 9.B (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji preferensi Generasi Z di Indonesia terhadap berbagai model kerja, yaitu gig economy, hybrid working, dan stabilitas kontrak, beserta faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 50 responden Generasi Z yang lahir pada periode 1997–2009. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling, sedangkan data dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan skala Likert 1–5. Variabel bebas yang dianalisis meliputi work-life balance, fleksibilitas kerja, keamanan finansial, pengembangan karier, dan norma sosial. Analisis data dilakukan menggunakan regresi logistik multinomial dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden lebih cenderung memilih pekerjaan dengan stabilitas kontrak dibandingkan sistem hybrid working maupun gig economy. Fleksibilitas kerja diketahui memiliki pengaruh signifikan terhadap preferensi pada gig economy dan hybrid working, sementara pengembangan karier memberikan pengaruh positif terhadap pilihan hybrid working. Selain itu, norma sosial terbukti memberikan pengaruh negatif terhadap minat pada sistem kerja hybrid. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun Generasi Z menginginkan fleksibilitas dalam bekerja, mereka tetap memprioritaskan keamanan finansial dan kestabilan karier dalam menentukan pilihan pekerjaan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi organisasi dan praktisi sumber daya manusia dalam menyusun kebijakan kerja yang lebih sesuai dengan karakteristik Generasi Z di era digital.