Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Perkembangan Bahasa Inggris Siswa Kelompok Bermain Usia 4–5 Tahun melalui Penggunaan Artificial Intelligence sebagai Media Pembelajaran Citra Ayu; Putri Asilestari; Hannisa Haris
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.916

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan kemampuan bahasa Inggris siswa kelompok bermain usia 4–5 tahun melalui penggunaan Artificial Intelligence (AI) sebagai media pembelajaran di KB Taqifa Bangkinang. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain one-group pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah 15 siswa yang mengikuti pembelajaran selama delapan kali pertemuan dalam kurun waktu empat minggu. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, tes performa sederhana, wawancara guru, dan dokumentasi. Kemampuan bahasa Inggris dianalisis berdasarkan empat aspek, yaitu penguasaan kosakata, kemampuan menyimak dan merespons, pelafalan, serta penggunaan kata atau ungkapan sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kemampuan bahasa Inggris siswa meningkat dari 14,33 pada pretest menjadi 20,13 pada posttest. Hasil uji Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan nilai Z sebesar -3,441 dengan nilai signifikansi p < 0,001, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan bahasa Inggris siswa sebelum dan setelah pembelajaran berbantuan AI. Penguasaan kosakata menunjukkan perkembangan yang paling baik, sedangkan penggunaan kata dan ungkapan sederhana masih memerlukan stimulasi lebih lanjut. Hasil observasi menunjukkan bahwa 13 dari 15 siswa atau 86,7% siswa memiliki keterlibatan tinggi dalam sebagian besar kegiatan pembelajaran. Penggunaan gambar, audio, pengulangan, permainan, serta pendampingan guru membantu meningkatkan respons dan keterlibatan siswa. Penelitian ini menunjukkan bahwa AI berpotensi menjadi media pendukung pembelajaran bahasa Inggris pada anak usia dini apabila digunakan secara terarah, sesuai tahap perkembangan anak, dan tetap menempatkan guru sebagai mediator utama. AI tidak menggantikan interaksi langsung antara guru dan anak, tetapi dapat memperkaya variasi stimulus dalam pembelajaran bahasa Inggris.
Analisis Perkembangan Bahasa Inggris Siswa Kelompok Bermain Usia 4–5 Tahun melalui Penggunaan Artificial Intelligence sebagai Media Pembelajaran Citra Ayu; Putri Asilestari; Hannisa Haris
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.916

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan kemampuan bahasa Inggris siswa kelompok bermain usia 4–5 tahun melalui penggunaan Artificial Intelligence (AI) sebagai media pembelajaran di KB Taqifa Bangkinang. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain one-group pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah 15 siswa yang mengikuti pembelajaran selama delapan kali pertemuan dalam kurun waktu empat minggu. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, tes performa sederhana, wawancara guru, dan dokumentasi. Kemampuan bahasa Inggris dianalisis berdasarkan empat aspek, yaitu penguasaan kosakata, kemampuan menyimak dan merespons, pelafalan, serta penggunaan kata atau ungkapan sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kemampuan bahasa Inggris siswa meningkat dari 14,33 pada pretest menjadi 20,13 pada posttest. Hasil uji Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan nilai Z sebesar -3,441 dengan nilai signifikansi p < 0,001, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan bahasa Inggris siswa sebelum dan setelah pembelajaran berbantuan AI. Penguasaan kosakata menunjukkan perkembangan yang paling baik, sedangkan penggunaan kata dan ungkapan sederhana masih memerlukan stimulasi lebih lanjut. Hasil observasi menunjukkan bahwa 13 dari 15 siswa atau 86,7% siswa memiliki keterlibatan tinggi dalam sebagian besar kegiatan pembelajaran. Penggunaan gambar, audio, pengulangan, permainan, serta pendampingan guru membantu meningkatkan respons dan keterlibatan siswa. Penelitian ini menunjukkan bahwa AI berpotensi menjadi media pendukung pembelajaran bahasa Inggris pada anak usia dini apabila digunakan secara terarah, sesuai tahap perkembangan anak, dan tetap menempatkan guru sebagai mediator utama. AI tidak menggantikan interaksi langsung antara guru dan anak, tetapi dapat memperkaya variasi stimulus dalam pembelajaran bahasa Inggris.