Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Peran Pendidik dalam Membentuk Karakter Anak Didik: Studi Kasus di SMPN 2 Bangkinang Kota Citra Ayu; Iis Aprinawati; Marwa Alya Sukainah; Nazilla Sofia; Sumianto Sumianto; Yenny Fitra Surya; Indriyanto Indriyanto
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v4i2.182

Abstract

Pendidikan karakter merupakan aspek fundamental dalam sistem pendidikan formal, khususnya pada jenjang Sekolah Menengah Pertama yang menjadi fase transisi perkembangan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidik dalam membentuk karakter anak didik di SMP Negeri 2 Bangkinang Kota. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang melibatkan lima guru dan sepuluh siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran sentral sebagai teladan, fasilitator nilai, serta pembimbing moral dalam kehidupan sekolah. Keteladanan, konsistensi sikap, dan kualitas interaksi guru–siswa berpengaruh signifikan terhadap pembentukan karakter peserta didik. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan karakter akan berjalan efektif apabila nilai-nilai moral diintegrasikan secara sadar, sistematis, dan berkelanjutan dalam praktik pembelajaran.
Peran Pendidik dalam Membentuk Karakter Anak Didik: Studi Kasus di SMPN 2 Bangkinang Kota Citra Ayu; Iis Aprinawati; Marwa Alya Sukainah; Nazilla Sofia; Sumianto Sumianto; Yenny Fitra Surya; Indriyanto Indriyanto
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v4i2.182

Abstract

Pendidikan karakter merupakan aspek fundamental dalam sistem pendidikan formal, khususnya pada jenjang Sekolah Menengah Pertama yang menjadi fase transisi perkembangan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidik dalam membentuk karakter anak didik di SMP Negeri 2 Bangkinang Kota. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang melibatkan lima guru dan sepuluh siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran sentral sebagai teladan, fasilitator nilai, serta pembimbing moral dalam kehidupan sekolah. Keteladanan, konsistensi sikap, dan kualitas interaksi guru–siswa berpengaruh signifikan terhadap pembentukan karakter peserta didik. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan karakter akan berjalan efektif apabila nilai-nilai moral diintegrasikan secara sadar, sistematis, dan berkelanjutan dalam praktik pembelajaran.
Language Choice Among University Students in a Multilingual Society: A Study at Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Citra Ayu; Putri Asilestari; Siti Zahra
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v4i2.194

Abstract

Language choice reflects how speakers select languages based on social contexts. At Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, students regularly use Indonesian, Ocu, and English. This descriptive qualitative study examines students' language choices and influencing factors. Data were collected from ten students via Google Forms and analyzed through data reduction, display, and conclusion drawing. Results indicate Indonesian dominates formal academic contexts like lectures and classroom discussions. Ocu is primarily used in informal settings among Kampar students to maintain cultural identity and social ties. English appears mainly during language classes, presentations, and technical terminology use. Key influencing factors include interlocutors, settings, purpose, and cultural background. In conclusion, students show communicative flexibility by adapting their language use to specific contexts, illustrating dynamic multilingual interactions that balance effective academic communication with cultural preservation.
Language Choice Among University Students in a Multilingual Society: A Study at Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Citra Ayu; Putri Asilestari; Siti Zahra
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v4i2.194

Abstract

Language choice reflects how speakers select languages based on social contexts. At Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, students regularly use Indonesian, Ocu, and English. This descriptive qualitative study examines students' language choices and influencing factors. Data were collected from ten students via Google Forms and analyzed through data reduction, display, and conclusion drawing. Results indicate Indonesian dominates formal academic contexts like lectures and classroom discussions. Ocu is primarily used in informal settings among Kampar students to maintain cultural identity and social ties. English appears mainly during language classes, presentations, and technical terminology use. Key influencing factors include interlocutors, settings, purpose, and cultural background. In conclusion, students show communicative flexibility by adapting their language use to specific contexts, illustrating dynamic multilingual interactions that balance effective academic communication with cultural preservation.
Analisis Perkembangan Bahasa Inggris Siswa Kelompok Bermain Usia 4–5 Tahun melalui Penggunaan Artificial Intelligence sebagai Media Pembelajaran Citra Ayu; Putri Asilestari; Hannisa Haris
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.916

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan kemampuan bahasa Inggris siswa kelompok bermain usia 4–5 tahun melalui penggunaan Artificial Intelligence (AI) sebagai media pembelajaran di KB Taqifa Bangkinang. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain one-group pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah 15 siswa yang mengikuti pembelajaran selama delapan kali pertemuan dalam kurun waktu empat minggu. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, tes performa sederhana, wawancara guru, dan dokumentasi. Kemampuan bahasa Inggris dianalisis berdasarkan empat aspek, yaitu penguasaan kosakata, kemampuan menyimak dan merespons, pelafalan, serta penggunaan kata atau ungkapan sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kemampuan bahasa Inggris siswa meningkat dari 14,33 pada pretest menjadi 20,13 pada posttest. Hasil uji Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan nilai Z sebesar -3,441 dengan nilai signifikansi p < 0,001, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan bahasa Inggris siswa sebelum dan setelah pembelajaran berbantuan AI. Penguasaan kosakata menunjukkan perkembangan yang paling baik, sedangkan penggunaan kata dan ungkapan sederhana masih memerlukan stimulasi lebih lanjut. Hasil observasi menunjukkan bahwa 13 dari 15 siswa atau 86,7% siswa memiliki keterlibatan tinggi dalam sebagian besar kegiatan pembelajaran. Penggunaan gambar, audio, pengulangan, permainan, serta pendampingan guru membantu meningkatkan respons dan keterlibatan siswa. Penelitian ini menunjukkan bahwa AI berpotensi menjadi media pendukung pembelajaran bahasa Inggris pada anak usia dini apabila digunakan secara terarah, sesuai tahap perkembangan anak, dan tetap menempatkan guru sebagai mediator utama. AI tidak menggantikan interaksi langsung antara guru dan anak, tetapi dapat memperkaya variasi stimulus dalam pembelajaran bahasa Inggris.
Analisis Perkembangan Bahasa Inggris Siswa Kelompok Bermain Usia 4–5 Tahun melalui Penggunaan Artificial Intelligence sebagai Media Pembelajaran Citra Ayu; Putri Asilestari; Hannisa Haris
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.916

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan kemampuan bahasa Inggris siswa kelompok bermain usia 4–5 tahun melalui penggunaan Artificial Intelligence (AI) sebagai media pembelajaran di KB Taqifa Bangkinang. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain one-group pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah 15 siswa yang mengikuti pembelajaran selama delapan kali pertemuan dalam kurun waktu empat minggu. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, tes performa sederhana, wawancara guru, dan dokumentasi. Kemampuan bahasa Inggris dianalisis berdasarkan empat aspek, yaitu penguasaan kosakata, kemampuan menyimak dan merespons, pelafalan, serta penggunaan kata atau ungkapan sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kemampuan bahasa Inggris siswa meningkat dari 14,33 pada pretest menjadi 20,13 pada posttest. Hasil uji Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan nilai Z sebesar -3,441 dengan nilai signifikansi p < 0,001, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan bahasa Inggris siswa sebelum dan setelah pembelajaran berbantuan AI. Penguasaan kosakata menunjukkan perkembangan yang paling baik, sedangkan penggunaan kata dan ungkapan sederhana masih memerlukan stimulasi lebih lanjut. Hasil observasi menunjukkan bahwa 13 dari 15 siswa atau 86,7% siswa memiliki keterlibatan tinggi dalam sebagian besar kegiatan pembelajaran. Penggunaan gambar, audio, pengulangan, permainan, serta pendampingan guru membantu meningkatkan respons dan keterlibatan siswa. Penelitian ini menunjukkan bahwa AI berpotensi menjadi media pendukung pembelajaran bahasa Inggris pada anak usia dini apabila digunakan secara terarah, sesuai tahap perkembangan anak, dan tetap menempatkan guru sebagai mediator utama. AI tidak menggantikan interaksi langsung antara guru dan anak, tetapi dapat memperkaya variasi stimulus dalam pembelajaran bahasa Inggris.