Ahmed Abdul Malik
Fakulti Kepimpinan dan Pengurusan Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), Malaysia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Active Reception Communication and Rational Choice in Religious Conversion: A Case Study of a Former Christian Leader Nasichah; Ade Rina Farida; Eko Purwanto; Ahmed Abdul Malik
Nyimak: Journal of Communication Vol. 10 No. 2 (2026): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/nyimak.v10i2.15348

Abstract

Existing studies on religious conversion mainly frame it as an internal, individual, and psychologically driven process, overlooking the communicative and rational dynamics that shape belief transformation. This limitation is particularly evident in cases involving religious authorities, where conversion entails not only personal change but also social and symbolic disruption. This study aims to reconceptualize religious conversion as a communicative-rational process by examining the case of a former Christian religious leader who converted to Islam. Using a qualitative constructivist approach, this research employed a single-case study design with Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) to capture the subject’s lived experience. Data were collected through in-depth semi-structured interviews, complemented by contextual observation and document analysis. The analytical process involved initial coding, emergent theme development, and interpretative integration. The findings demonstrate that conversion is driven by an active reception of religious messages that evolves into systematic, argumentative evaluation. Communicative elements such as dialogical narratives, cross-textual references, and high-stakes framing serve as persuasive mechanisms that trigger cognitive dissonance and reflexive self-awareness. Contrary to conventional Rational Choice assumptions, decision-making is not guided by utilitarian calculation but by the pursuit of epistemic consistency and the validation of truth. Moreover, conversion operates as a transformative process that reconstructs both identity and symbolic authority within shifting social contexts. This study advances a theoretical repositioning of religious conversion as a multidimensional process that integrates communication, cognition, and rationality. By bridging active reception and rational choice perspectives, it offers a more robust analytical framework for understanding belief transformation in contemporary society. Keywords: Religious conversion, communicative rationality, interpretative phenomenological analysis (IPA), belief transformation, cognitive dissonance.   ABSTRAK Studi-studi yang ada mengenai konversi agama umumnya memandangnya sebagai proses yang bersifat internal, individual, dan didorong oleh faktor psikologis, sehingga mengabaikan dinamika komunikatif dan rasional yang membentuk transformasi keyakinan. Keterbatasan ini terutama terlihat dalam kasus yang melibatkan otoritas keagamaan, di mana konversi tidak hanya mencakup perubahan pribadi tetapi juga gangguan tatanan sosial dan simbolik. Penelitian ini bertujuan untuk mengonseptualisasikan ulang konversi agama sebagai proses yang bersifat komunikatif-rasional dengan mengkaji kasus seorang mantan pemimpin agama Kristen yang berpindah memeluk Islam. Dengan menggunakan pendekatan konstruktivis kualitatif, penelitian ini menerapkan desain studi kasus tunggal serta metode Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) untuk menangkap pengalaman hidup subjek. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, yang dilengkapi dengan observasi kontekstual dan analisis dokumen. Proses analisis mencakup pengodean awal, pengembangan tema yang muncul (emergent themes), dan integrasi interpretatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa konversi didorong oleh penerimaan aktif terhadap pesan-pesan keagamaan yang kemudian berkembang menjadi evaluasi yang sistematis dan argumentatif. Elemen-elemen komunikatif—seperti narasi dialogis, referensi lintas-teks, dan pembingkaian isu yang krusial—berfungsi sebagai mekanisme persuasif yang memicu disonansi kognitif dan kesadaran diri yang refleksif. Berbeda dengan asumsi konvensional mengenai Pilihan Rasional (Rational Choice), pengambilan keputusan dalam hal ini tidak didasarkan pada kalkulasi utilitarian, melainkan pada upaya mencapai konsistensi epistemik dan validasi kebenaran. Selain itu, konversi berperan sebagai proses transformatif yang merekonstruksi identitas sekaligus otoritas simbolik di tengah konteks sosial yang terus berubah. Penelitian ini menawarkan reposisi teoretis mengenai konversi agama sebagai proses multidimensi yang mengintegrasikan komunikasi, kognisi, dan rasionalitas. Dengan menjembatani perspektif penerimaan aktif dan pilihan rasional, penelitian ini menyajikan kerangka analisis yang lebih kokoh untuk memahami transformasi keyakinan dalam masyarakat kontemporer. Kata Kunci: Konversi agama, rasionalitas komunikatif, interpretative phenomenological analysis (IPA), transformasi keyakinan, disonansi kognitif