Moh. Faiqun Ni’am
Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analysis of Clean Water Needs and Reservoir Storage Capacity in Jepara District (A Case Study of the Kalimati Reservoir, Jepara Regency) Muhammad Aditya Rizky Ananto; Muhammad Nanda Desfianto; Slamet Imam Wahyudi; Moh. Faiqun Ni’am
Technema: Journal of Intelligent Engineering and Computing Vol. 1 No. 3 (2026): Technema: Journal of Intelligent Engineering and Computing
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Clean-water availability is essential for community activities, while population growth and socioeconomic development increase pressure on water-supply infrastructure. The Kalimati Reservoir in Jepara District has potential as a raw-water source, but its utilization remains constrained by inadequate storage planning and seasonal fluctuations in water availability. This study aims to determine projected clean-water demand and the reservoir storage capacity required to support reliable supply over a ten-year planning period. An empirical quantitative approach was applied using population data from 2020–2024, domestic and non-domestic water-consumption data, and Kaliwiso River discharge data. Population growth was projected using the geometric method, while water demand was calculated based on domestic, public-tap, non-domestic, and distribution-loss components, followed by maximum daily, peak-hour, and Q80% dependable-flow analyses. The projected population in 2034 reaches 109,714 inhabitants, generating a clean-water requirement of 125.60 L/s, maximum daily demand of 150.72 L/s, and peak-hour demand of 200.96 L/s. A reservoir capacity of 2,604.40 m³ with a planned depth of 3 m requires a footprint of 868.13 m². The available 15,893.22 m² site area is adequate for the reservoir and supporting facilities, with an estimated construction cost of IDR 2,492,850,400. The results indicate that the proposed storage capacity can provide a preliminary buffer against seasonal reductions in raw-water availability and support continuity of the planned supply system. These findings provide an engineering basis for integrated and sustainable clean-water development using the Kalimati Reservoir.
ANALISIS PENERAPAN RE – ENGINEERING PADA PROYEK JARINGAN IRIGASI SALURAN SEKUNDER (STUDI KASUS: PROYEK REHABILITASI D.I GLAPAN TIMUR) Dedi Tri Setiawan; Kartono Wibowo; Moh. Faiqun Ni’am
Journal of Scientech Research and Development Vol 8 No 2 (2026): JSRD, December 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v8i2.1687

Abstract

Sistem irigasi yang baik merupakan syarat mutlak sebuah negara untuk menjaga sistem pangan nasional yang kuat. Sistem irigasi merupakan usaha yang dilakukan agar lahan pertanian dapat dialiri air dengan menerapkan bangunan serta jaringan saluran buatan. Suatu proyek dikategorikan sukses apabila tepat biaya, tepat mutu, dan tepat waktu. Ketiga kendala tersebut merupakan tolak ukur keberhasilan suatu proyek konstruksi (Imam, 2021). Untuk meminimalisir resiko kegagalan, perlu dilakukan beberapa alternatif yang dibuat sebagai dasar melaksanakan suatu kajian bersifat tidak mengoreksi perhitungan dan mencari kesalahan yang dibuat oleh perencana, tetapi mengarah untuk lebih menghemat biaya dan waktu tanpa mengurangi kualitas bangunan, sehingga penerapan rekayasa ulang dapat digunakan sebagai opsi dalam permasalahan tersebut (Noviyanti, 2021). Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yaitu data-data yang digunakan dalam bentuk sesuatu yang dapat dihitung dengan memperhatikan pengumpulan dan analisis data dalam bentuk numerik. Metode pengumpulan data berupa data primer dan data sekunder. Kemudian dilakukan perhitungan analisis terkait dengan durasi pekerjaan dan biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan sehingga dapat ditentukan metode yang efektif dan efisien. Pada metode pekerjaan kisdam jumbo bag menghabiskan biaya yang lebih tinggi daripada metode kisdam portadam, tetapi waktu pekerjaan kisdam jumbo bag lebih singkat daripada metode kisdam portadam. Hal ini disebabkan karena proses pengisian pasir ke dalam karung dilakukan di area kering dadan proses perpindahan material kisdam jumbo bag menggunakan excavator. Menghitung Rencana Anggaran Biaya (RAB) baik menggunakan kisdam jumbo bag maupun kisdam portadam dibuat berdasarkan volume kegiatan yang akan dilaksanakan dikalikan dengan analisa harga satuan pekerjaan yang ada, baik analisa dari Kementrian Pekerjaan Umum (Kemen PU) maupun dari SNI tahun 2020. Waktu pelaksanaan pekerjaan kisdam jumbo bag berdasarkan hasil analisa dalam penelitian ini memiliki waktu yang lebih singkat dibandingkan apabila pelaksanaan pekerjaan kisdam menggunakan kisdam portadam. Pekerjaan kisdam yang paling efektif pada pekerjaan saluran irigasi DI Glampan Timur adalah kisdam jumbo bag. Meski pekerjaan kisdam jumbo bag dari segi analisa biaya lebih mahal daripada kisdam portadam tetapi berdasarkan analisa waktu kisdam jumbo bag lebih cepat dibandingkan dengan kisdam portadam.