Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Edukasi Partisipasi Masyarakat Kelurahan Pandean Lamper dalam Pemeliharaan Bantaran Sungai Banjir Kanal Timur Semarang Henny Pratiwi Adi; Slamet Imam Wahyudi
Indonesian Journal of Community Services Vol 4, No 1 (2022): May 2022
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.4.1.41-48

Abstract

Kelurahan Pandean Lamper merupakan salah satu daerah rawan banjir di Kota Semarang, karena terletak di DAS Sungai Banjir Kanal Timur. Penanganan terhadap banjir di wilayah tersebut telah dilakukan oleh pemerintah berupa normalisasi sungai dan saluran drainase. Banjir Kanal Timur (BKT) adalah satu sistem pengendali banjir Kota Semarang yang terletak di bagian timur Kota Semarang. Sungai ini memiliki panjang ± 14,50 km. Proyek normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur membentang dari hulu di Bendungan Pucanggading hingga berakhir Muara Sungai di Laut Jawa. Dalam tahap I, normalisasi dilakukan sepanjang 6,7 kilometer, dari muara hingga Jembatan Majapahit. Untuk menjamin keberlanjutan pengelolaan normalisasi sungai dan saluran drainase, diperlukan keterlibatan banyak pihak, termasuk partisipasi masyarakat yang bertempat tinggal di dalamnya. Oleh sebab itu warga di kawasan tersebut perlu mendapatkan edukasi bagaimana menjaga keberlanjutan normalisasi sungai dan saluran drainase. Warga Kelurahan Pandean Lamper memerlukan edukasi agar dapat ikut berpartisipasi dalam pemeliharaan sungai dan saluran drainase. Edukasi yang diberikan meliputi pemahaman tentang penyebab dan dampak banjir, penanganan banjir serta pemeliharaan bangunan infrastruktur pengendali banjir. Warga Kelurahan Pandean Lamper masih banyak yang tidak memahami bangunan pengendali banjir yang ada di sekitar lingkungan mereka. Melalui edukasi yang diberikan dalam penyuluhan, diharapkan warga Pandean Lamper bisa memahami peran yang harus dilakukan dalam menjaga keberlangsungan bangunan pengendali banjir. Pandean Lamper Village is one of the flood-prone areas in Semarang City, because it is located in the East Flood Canal River Basin. The government has taken steps to deal with flooding in the area by normalizing rivers and drainage channels. The East Flood Canal (BKT) is a flood control system for the City of Semarang which is located in the eastern part of the City of Semarang. This river has a length of ± 14.50 km. The East Flood Canal River normalization project stretches from the upper reaches of the Pucanggading Dam to the end of the River Estuary in the Java Sea. In phase I, normalization is carried out along 6.7 kilometers, from the estuary to the Majapahit Bridge. To ensure the sustainability of the normalization of river and drainage channel management, it requires the involvement of many parties, including the participation of the people who live in them. Therefore, residents in the area need to receive education on how to maintain the sustainability of normalization of rivers and drainage channels. The residents of Pandean Lamper Village need education so that they can participate in the maintenance of rivers and drainage channels. The education provided includes an understanding of the causes and impacts of floods, flood management and maintenance of flood control infrastructure buildings. There are still many residents of Pandean Lamper Village who do not understand the flood control buildings in their surroundings. Through the education provided in the counseling, it is hoped that the residents of Pandean Lamper can understand the role that must be carried out in maintaining the sustainability of flood control buildings.
Inovasi Pasar Apung sebagai Adaptasi terhadap Banjir Air Pasang Laut di Desa Randusanga, Brebes Henny Pratiwi Adi; Slamet Imam Wahyudi; Mutamimah Mutamimah
Indonesian Journal of Community Services Vol 4, No 2 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.4.2.156-162

Abstract

Desa Randusanga Wetan merupakan salah satu wilayah di pesisir Kabupaten Brebes yang sering mengalami banjir akibat adanya pasang air laut. Dampak yang ditimbulkan sangat mengganggu kegiatan masyarakat di wilayah tersebut. Banjir juga mengakibatkan bangunan permukiman serta infrastruktur menjadi rusak. termasuk pasar. Untuk meningkatkan kegiatan ekonomi di wilayah tersebut, masyarakat Desa Randusanga Wetan mengharapkan adanya pasar apung. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membuat desain dan prototipe pondasi bangunan apung berbahan drum bekas dengan ukuran 6x6 meter dan jembatan apung ukuran 3x1 meter, yang akan dimanfaatkan sebagai bangunan rintisan pasar apung di Desa Randusanga Wetan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi: merencanakan layout area pasar apung di Desa Randusanga Wetan, membuat gambar detail bangunan apung, dan merealisasi contoh bangunan apung sebagai rintisan pasar apung di area yang selalu tergenang air. Rintisan pasar apung ini diharapkan akan berkembang serta dapat menjadi pusat kegiatan jual beli produk lokal wilayah tersebut, sehingga dapat membangkitkan aktivitas perekonomian masyarakat.Randusanga Wetan Village is one of the areas on the coast of Brebes Regency which often experiences flooding due to high tides. The impact is very disturbing community activities in the area. Floods also cause infrastructure buildings to be damaged. including the market. To increase economic activity in the area, the people of Randusanga Village expect a floating market. This community service activity aims to design and prototype a floating building made of used drums with a size of 6x6 meters and a floating bridge measuring 3x1 meters, which will be used as a floating market pilot building in Randusanga Wetan Village. The method of implementing the activities includes: planning the layout of the floating market area in Randusanga Wetan Village, making detailed drawings of floating buildings, and realizing examples of floating buildings as pioneering floating markets in areas that are always flooded. This floating market pilot is expected to develop and become a center for buying and selling local products in the area, so that it can generate community economic activity.
Evaluasi Kinerja Jalur Pedestrian di Kawasan Ruang Terbuka Hijau Publik Perkotaan Nahdatunnisa Nahdatunnisa; Henny Pratiwi Adi; Slamet Imam Wahyudi; M. Arzal Tahir
Prosiding ESEC Vol. 3 No. 1 (2022): Seminar Nasional (ESEC) 2022
Publisher : Prosiding ESEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to evaluate the performance and to determine the pedestrian path satisfaction index inthe public green open space area of Kendar Cuty by using 29 variables which are a combination of quantitative and qualitative research, with a total sample of 399 respondents. This study uses the Importance Performance Analysisi (IPA) analysis method in assessing the performance of the existing pedestrian path, and the Customer Satisfaction Index (CSI) to performance the user satisfaction index for the services received. The results obtained in this study are related to the performance of the existing pedestrian path wich consists of good categories : facilities for pedestrians with special needs (guiding blocks), availability of road markings, available crossing paths, security systems (cctv, security posts), speed control facilities, cleanliness level. Adequate/ordinary categories : dimensions of pedestrians paths, lighting of pedestrian paths, differences inthe level of heigth of pedestrian path with road bodies, availability of pedestrian path markings and signs/sigals, surface texture of trash bins. ba/bad categories : the availability of ramps, pedestrian paths connected to urban transportation element, continuity of pedestrian paths, obstructions in pedestrian paths, crossing, and noise suppression facilities, while the pedestrian path user satisfaction index for services is only in the category quite satisfied with a value of 65.57%.
THE PERFORMANCE AND THE INFLUENCE OF PHYSICAL INFRASTRUCTURES ON THE PLANT PRODUCTIVITY: A CASE STUDY APPROACH Muhamad Hendrie Soesanto; Slamet Imam Wahyudi; M. Faiqun Niam
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 28 No. 2 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v28i2.2582

Abstract

Irrigation System Performance Index (ISPI) is often used as a parameter in making decisions about the use of irrigation canals. The increase in rice production is dependent on a good condition of physical infrastructures, including the main building, the carrier canal and the buildings on the carrier canal. Performance assessment of Physical Infrastructure and Plant Productivity in Sungapan irrigation area of Pemalang Regency indicated that the physical infrastructure performance in 2012 - 2022 was 38.42%, increasing 3.22%. While the performance assessment of Plant Productivity was 14.96%, increasing 2.99%. Based on the multiple regression analysis using simultaneous test (F), the Physical Infrastructure component was indicated to influence the plant productivity. Meanwhile, based on the partial test (t), the physical infrastructure component partially did not have a significant influence on the plant productivity
Pemodelan Aliran Air Tanah di Sekitar Pipa Resapan Horisontal dengan Analisis Regresi Non-Linier Pradana Hadi Sanjaya; Slamet Imam Wahyudi; M. Faiqun Niám
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 2 (2025): October Edition
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v17i2.7805

Abstract

Perkembangan kawasan perkotaan yang pesat telah menyebabkan perubahan tata guna lahan yang signifikan, terutama berkurangnya area resapan alami akibat pembangunan permukiman, infrastruktur, dan industri. Kondisi ini berdampak pada meningkatnya limpasan permukaan, menurunnya kapasitas infiltrasi, serta berkurangnya cadangan air tanah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan inovasi teknologi konservasi air tanah yang lebih efektif, salah satunya melalui penerapan Pipa Resapan Horisontal (PRH). Teknologi ini dirancang untuk meningkatkan laju infiltrasi dengan memanfaatkan pipa berlubang yang dipasang mendatar di bawah permukaan tanah, sehingga mampu bekerja optimal meskipun muka air tanah relatif dangkal. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan aliran air tanah di sekitar PRH menggunakan pendekatan regresi non-linier guna memahami interaksi variabel hidrogeologi yang memengaruhi infiltrasi. Metode penelitian dilaksanakan melalui eksperimen lapangan di Kelurahan Jabungan, Kota Semarang, dengan pengumpulan data meliputi muka air tanah, kadar air tanah, debit infiltrasi, serta jarak lubang pantau dari PRH. Uji lapangan dilakukan sebanyak tiga kali dalam kondisi berbeda. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan perangkat lunak NCSS 2023 untuk memperoleh model regresi non-linier yang representatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel waktu, jarak lubang pantau, dan kadar air tanah berpengaruh signifikan terhadap perubahan muka air tanah di sekitar PRH. Model regresi non-linier yang diperoleh memiliki tingkat keandalan tinggi, ditunjukkan dengan nilai koefisien determinasi (R²) berkisar antara 0,79–0,83. Hal ini membuktikan bahwa PRH mampu meningkatkan infiltrasi air tanah secara efektif, sekaligus memberikan gambaran matematis mengenai hubungan antarvariabel hidrogeologi. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa PRH merupakan teknologi yang potensial untuk mitigasi banjir dan konservasi air tanah di kawasan perkotaan. Sebagai rekomendasi, model yang dikembangkan dapat dijadikan dasar perencanaan teknis penerapan PRH pada berbagai kondisi tanah dan tata guna lahan, serta dikombinasikan dengan metode konservasi lainnya untuk memperoleh hasil yang lebih optimal.
Simulasi Hidrolika Sebelum dan Sesudah Normalisasi Sungai untuk Mengatasi Banjir di Area Hulu Bendung (Studi Kasus: Sungai Penggaron Sebagai Hulu Bendung Pucang Gading) Tessa Kusumaningsih; Slamet Imam Wahyudi; M. Faiqun Niám
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 2 (2025): October Edition
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v17i2.7876

Abstract

Banjir di Kota Semarang menjadi permasalahan yang terus berulang dan mengancam. Studi ini difokuskan pada Sungai Penggaron  di Hulu Bendung Pucang Gading sebagai salah satu sumber utama banjir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas penampang sungai sebelum dan sesudah normalisasi. Tahapan penelitian dilakukan dengan perhitungan debit banjir rancangan dengan metode polygon thiessen dan log pearson III serta pemodelan HEC - RAS  .  Hasil studi menunjukan Sungai Penggaron tidak mampu menampung debit banjir Q2 (253.4 m3/det) sehingga perlu dilakukan normalisasi pada hulu Bendung Pucang Gading. Normalisasi yang dilakukan adalah dengan pengerukan sedimentasi pada dasar sungai dan peninggian tanggul sungai. Hasil normalisasi Sungai Penggaron di hulu Bendung Pucang Gading menunjukkan penurunan muka air yang signifikan dan dapat menampung debit banjir Q100 (517,44 m3/det). Kesimpulan dari Analisa di atas adalah dengan dilakukannya normalisasi sungai di hulu Bendung Pucang Gading akan meningkatkan kemampuan pengendalian banjir di bagian hulu Bendung Pucang Gading.
Model Prediksi Tinggi Muka Air Sungai Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan: River Water Level Prediction Model Using Artificial Neural Networks Agusman Agusman; Slamet Imam Wahyudi; Wati Asriningsih Pranoto
Media Ilmiah Teknik Sipil Vol. 14 No. 1 (2026): Media Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/mits.v14i1.11440

Abstract

This study developed a water level prediction model using the integration of Artificial Neural Network (ANN) and Long Short-Term Memory (LSTM). ANN maps nonlinear relationships between hydrological parameters, while LSTM captures temporal dependence patterns in time series data. The comparison results of four models—Linear Regression, ANN, LSTM, and ANN–LSTM hybrid—showed that the neural network-based model provided significantly better prediction performance than the linear model. The Linear Regression model produced the largest error (MSE 0.0175; RMSE 0.128; MAE 0.103; R² 0.785), followed by ANN with a significant increase in accuracy (MSE 0.0114; RMSE 0.101; MAE 0.0549; R² 0.874). LSTM provided better results (MSE 0.0048; RMSE 0.067; MAE 0.0472; R² 0.902), but the best model was the hybrid ANN–LSTM with the lowest error value (MSE 0.00417; RMSE 0.063; MAE 0.0388) and the highest R² (0.937). This combination is able to capture nonlinear patterns and temporal dynamics more optimally, resulting in stable and accurate predictions. In addition, this study shows that the Duflow hydrodynamic model has the potential to be developed as a mitigation simulation tool for water level management, such as testing extreme rainfall scenarios, spatial changes, flood control infrastructure operations, channel optimization, and simulating the impacts of climate change.