Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang berkontribusi terhadap tingginya morbiditas dan mortalitas neonatal. Salah satu faktor risiko utama terjadinya BBLR adalah anemia pada ibu hamil yang dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan mengenai gizi seimbang dan kepatuhan dalam mengonsumsi tablet Fe. Hasil observasi di Desa Singopuran, Kecamatan Kartasura, menunjukkan bahwa dari 23 ibu hamil yang terdata, sebanyak 14 ibu (60,8%) mengalami anemia, dan berdasarkan hasil observasi lapangan ditemukan bahwa pengetahuan ibu hamil mengenai pemenuhan gizi selama kehamilan masih perlu ditingkatkan, terutama terkait keseimbangan zat gizi, pemenuhan zat besi, dan kepatuhan konsumsi tablet Fe; data 23 ibu hamil tersebut merupakan data observasi awal yang digunakan untuk mengidentifikasi permasalahan kesehatan di wilayah Desa Singopuran, sedangkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat selanjutnya dilaksanakan dengan melibatkan 25 ibu hamil sebagai peserta kegiatan, Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, serta media leaflet dan e-leaflet. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, ditandai dengan peningkatan kategori pengetahuan baik dan sangat baik dari 68% sebelum edukasi menjadi 100% setelah edukasi. Kategori sangat baik meningkat dari 24% menjadi 72%, sedangkan nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 76,00 menjadi 92,80. Peningkatan pengetahuan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan edukasi berpotensi mendukung upaya pencegahan BBLR melalui peningkatan pemahaman ibu hamil mengenai gizi seimbang dan pencegahan anemia.