This Author published in this journals
All Journal Agroteknika
Novita Alfitriyanti
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Respon Respons Fase Pembungaan Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) Terhadap Variasi Lama Paparan Medan Magnet Novita Alfitriyanti; Ika Listiana; Dwijowati Asih Saputri
Agroteknika Vol 9 No 3 (2026): TERBITAN AKAN DATANG
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v9i3.748

Abstract

Sektor pertanian memegang peran penting dalam menjaga ketahanan pangan, dengan kedelai sebagai salah satu komoditas utama sumber protein nabati. Namun, produksi kedelai nasional hingga saat ini masih tergolong rendah sehingga belum dapat mencukupi kebutuhan dalam negeri. Peningkatan produktivitas tanaman kedelai dapat diupayakan melalui teknologi biofisik berupa induksi medan magnet Extremely Low Frequency (ELF) yang diketahui mampu memengaruhi mekanisme fisiologis dan pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi durasi paparan medan magnet ELF 0,3 mT terhadap fase pembungaan tanaman kedelai varietas Dega-1. Metode penelitian yang diaplikasikan merupakan metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas empat perlakuan lama paparan medan magnet berintensitas 0,3 mT, yaitu kontrol atau M0 (0 menit), M1 (10 menit), M2 (20 menit), dan M3 (30 menit) dengan masing-masing perlakuan dilakukan sebanyak empat ulangan. Parameter yang diamati meliputi waktu awal berbunga, jumlah bunga, serta jumlah bunga yang berkembang menjadi polong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan medan magnet tidak memberikan pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap parameter yang diamati, namun cenderung meningkatkan beberapa aspek reproduktif tanaman. Perlakuan M2 (20 menit) menghasilkan rata-rata jumlah bunga tertinggi sebesar 114,87 bunga per tanaman dan persentase pembentukan polong sebesar 44,93%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa paparan medan magnet berpengaruh terhadap beberapa komponen respons fase pembungaan tanaman kedelai, namun efeknya dipengaruhi oleh lamanya durasi paparan serta parameter yang diamati.