Kompetensi guru dalam merancang pembelajaran yang responsif terhadap kebutuhan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) merupakan prasyarat penting bagi pendidikan inklusif, tetapi hasil supervisi awal menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran di sekolah dasar masih cenderung seragam. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam merancang pembelajaran akomodatif bagi ABK melalui Komunitas Belajar (Kombel) dan mendeskripsikan proses peningkatannya pada setiap siklus. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Sekolah model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus pada sembilan guru. Setiap siklus meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan menggunakan lembar observasi kompetensi guru serta lembar keterlaksanaan Kombel. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kompetensi guru meningkat dari 61,11% pada pra siklus (kategori cukup) menjadi 76,11% pada Siklus I (baik) dan 89,63% pada Siklus II (sangat baik). Proporsi guru yang mencapai kategori baik atau sangat baik bertambah dari 0% menjadi 55,56% dan akhirnya 100%. Keterlaksanaan Kombel juga meningkat dari 80,00% pada Siklus I menjadi 92,50% pada Siklus II. Peningkatan terjadi setelah kegiatan beralih dari penguatan konsep dan analisis perangkat menuju pendampingan intensif, telaah sejawat, praktik penyusunan perangkat, dan umpan balik langsung. Temuan ini menunjukkan bahwa Kombel yang sistematis, kolaboratif, dan berbasis masalah nyata sekolah efektif memperkuat kompetensi guru dalam merancang pembelajaran akomodatif bagi ABK