Muhammad Haykal Kuswandi
Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Jawa Barat, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan antara Psychological Well-Being dengan Stress Recovery Atlet Renang Perguruan Tinggi di Kota Bandung Muhammad Haykal Kuswandi; Komarudin Komarudin; Mochamad Yamin Saputra; Geraldi Novian; Selmia Pasang
Sport-Mu: Jurnal Pendidikan Olahraga Vol. 7 No. 1 (2026): Sport-Mu: Jurnal Pendidikan Olahraga
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/sport-mu.v7i1.5789

Abstract

Atlet renang perguruan tinggi menghadapi berbagai tuntutan akademik dan olahraga yangberpotensi memengaruhi kondisi psikologis, khususnya dalam menjaga keseimbangan antarastres dan stress recovery. Pengelolaan yang tepat terhadap tuntutan tersebut menjadi pentinguntuk mempertahankan psychological well-being serta performa atlet. Penelitian ini bertujuanuntuk menguji hubungan antara psychological well-being dan stress recovery pada atletrenang perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatankorelasional. Sampel penelitian terdiri atas 26 atlet renang perguruan tinggi yang dipilihmenggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Ryff Scales of Psychological Well-Being (PWB) dan Recovery-Stress Questionnaire for Athletes (RESTQ-Sport-36). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson Product-Moment dengan bantuan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikanantara psychological well-being dan stress recovery (r = 0,442; p = 0,024), yang termasukdalam kategori hubungan sedang. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkatpsychological well-being atlet, semakin baik pula kemampuan stress recovery yang dimiliki.Namun demikian, psychological well-being bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi stressrecovery, karena terdapat faktor lain seperti kondisi fisik, kualitas istirahat, serta dukungansosial. Oleh karena itu, pelatih dan institusi pendidikan perlu mengintegrasikan aspek psikologisdalam program pembinaan atlet guna mendukung kesejahteraan dan performa secara optimal.