Kurikulum Merdeka menuntut guru untuk merancang pembelajaran yang mengakomodasi keberagaman kebutuhan, minat, dan kesiapan belajar peserta didik, salah satunya melalui pendekatan pembelajaran berdiferensiasi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pembelajaran berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka di kelas 3B Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Huda, Ciputat, Tangerang Selatan, serta mengidentifikasi kelebihan dan tantangan yang dihadapi guru dalam penerapannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi pembelajaran di kelas, wawancara dengan guru dan peserta didik, serta analisis dokumen sekolah, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Penelitian dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2025/2026 dengan subjek 28 peserta didik kelas 3B beserta guru kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah berupaya menerapkan pembelajaran berdiferensiasi pada aspek konten, proses, dan asesmen sesuai kebutuhan, minat, dan kesiapan belajar peserta didik, dan peserta didik menunjukkan persepsi serta antusiasme yang positif terhadap pembelajaran tersebut. Namun demikian, penerapannya masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan sumber daya, waktu, dan kebutuhan pelatihan bagi guru. Penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran berdiferensiasi dapat menjadi salah satu strategi yang mendukung perwujudan prinsip Kurikulum Merdeka, meskipun keberhasilannya bergantung pada kesiapan guru dan dukungan sumber daya sekolah. Temuan bersifat kontekstual pada satu kelas di satu madrasah sehingga generalisasinya perlu dilakukan secara hati-hati.