Daun mangrove Rhizophora sp. mengandung senyawa bioaktif seperti fenolik, flavonoid, tanin, dan saponin yang memiliki sifat antioksidan. Potensi ini dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan teh herbal sebagai minuman fungsional alami dan sehat, yang dapat mendukung pelestarian ekosistem mangrove serta berkontribusi pada peningkatan ekonomi masyarakat pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pemanfaatan daun mangrove Rhizophora sp. sebagai bahan baku teh herbal fungsional melalui analisis kandungan fitokimia dan tingkat kesukaan panelis. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode pendekatan eksploratif dan eksperimental secara kuantitatif terhadap tiga jenis daun mangrove sebagai perlakuan uji, diantaranya Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, dan Rhizophora stylosa. Parameter yang dianalisis meliputi kandungan fenolik, flavonoid, aktivitas antioksidan, dan uji hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, ketiga jenis daun mangrove meliputi R. apiculata, R. mucronata, dan R. stylosa memiliki potensi sebagai bahan baku minuman teh herbal fungsional. Ketiga jenis daun Rhizophora mengandung senyawa fenolik sebesar 39,716–84,645 mg GAE/g, flavonoid sebesar 61,075–89,508 mg CAE/g, antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 72,339–76,626 ppm. Jenis daun mangrove Rhizophora stylosa menunjukkan hasil yang terbaik pada seluruh parameter uji. Hasil tingkat kesukaan panelis melalui uji hedonik, teh herbal ketiga jenis daun Rhizophora diterima secara positif oleh panelis, dengan skor atribut warna sebesar 7,00–7,64, aroma sebesar 6,44–6,60, dan rasa sebesar 7,00–7,16. Teh herbal daun Rhizophora stylosa memperoleh nilai alternatif tertinggi berdasarkan hasil pengambilan keputusan metode Bayes sebesar 7,27. Teh herbal daun mangrove Rhizophora sp. berpotensi dikembangkan sebagai minuman fungsional berbasis bahan alami dan lokal serta mendukung pemanfaatan tumbuhan mangrove secara berkelanjutan.