Self Compacting Concrete (SCC) merupakan beton yang mampu mengalir, mengisi cetakan, dan memadat secara mandiri tanpa bantuan getaran. Penggunaan batu gamping sebagai agregat kasar menjadi alternatif pemanfaatan material lokal yang berpotensi meningkatkan efisiensi konstruksi. Selain kualitas material penyusun, metode perawatan (curing) juga berperan penting dalam menentukan kinerja beton. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh berbagai metode perawatan terhadap kuat tekan SCC yang menggunakan batu gamping sebagai agregat kasar. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan benda uji silinder berukuran 150 mm × 300 mm. Campuran SCC dirancang menggunakan superplasticizer untuk memenuhi persyaratan workability. Metode perawatan yang diterapkan meliputi perendaman air dan tanpa perawatan. Pengujian beton segar dilakukan melalui slump flow, sedangkan pengujian beton keras dilakukan dengan uji kuat tekan pada umur 3, 7, dan 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh campuran memenuhi kriteria SCC berdasarkan parameter beton segar. Metode perendaman menghasilkan kuat tekan tertinggi pada setiap umur pengujian, yaitu umur 3, 7 dan 28 hari sebesar 20,55 MPa, 27,30 MPa dan 39,07 MPa. Sedangkan tanpa perawatan sebesar 19,22 MPa, 25,11 MPa dan 38,09 MPa. Perawatan yang baik mampu mempertahankan kelembapan beton sehingga proses hidrasi semen berlangsung lebih optimal dan menghasilkan struktur yang lebih padat. Dengan demikian, metode perawatan berpengaruh signifikan terhadap perkembangan kuat tekan SCC berbasis batu gamping. Metode perendaman direkomendasikan untuk memperoleh kinerja mekanik yang lebih optimal.