Muh. Akbar Tanjung
Institut Agama Islam Negeri Bone, Sulawesi Selatan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DIGITALISASI PESANTREN DALAM TRANSFORMASI PENDIDIKAN ABAD 21: PERAN ORGANISASI NAHDLATUL ULAMA Muh. Akbar Tanjung; Indriyani; Idrus L
Dinamis : Jurnal Inovasi dan Transformasi Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2026): Juni: Dinamis: Jurnal Inovasi dan Transformasi Pendidikan
Publisher : Lembaga Penerbit Penelitian Multidisipliner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67096/dinamis.v1i2.75

Abstract

Pesantren, lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia, menghadapi tantangan serius dalam beradaptasi dengan digitalisasi besar-besaran abad ke-21. Studi ini bertujuan untuk menganalisis dinamika digitalisasi di pesantren, mengidentifikasi jenis transformasi pendidikan di dalamnya, dan mengevaluasi peran strategis Nahdlatul Ulama (NU) dalam mendorong dan mengawasi proses digitalisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-analitis kualitatif dengan sumber data primer berupa dokumen resmi organisasi NU, laporan kebijakan pendidikan pesantren, dan literatur akademis yang relevan. Paradigma Miles dan Huberman untuk analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi pesantren bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga transformasi komprehensif dalam kurikulum, pedagogi, tata kelola, dan jaringan sosial. NU berperan sebagai fasilitator utama, pengatur nilai, dan transformator melalui organisasi strukturalnya, seperti Institut Pendidikan Ma'arif NU dan Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI), yang menjaga integrasi teknologi digital sekaligus mempertahankan identitas Islam dan Indonesia dari pesantren. Studi ini menunjukkan bahwa keberhasilan digitalisasi di pesantren bergantung pada keseimbangan antara adaptasi teknologi dan pelestarian cita-cita Salafi, di mana Nahdlatul Ulama (NU) berperan sebagai jembatan antara keduanya. Penelitian ini memiliki implikasi penting bagi para pembuat kebijakan, pengelola pesantren, dan organisasi keagamaan dalam mendukung modernisasi pendidikan Islam yang berkelanjutan.