Marsen Halomoan Situngkir
Program Studi PGSD, Universitas Negeri Medan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MEMPERKUAT KARAKTER DISIPLIN DAN KERJA SAMA SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI PEMBELAJARAN JASMANI BERBASIS KEARIFAN LOKAL Widya Marisi Lesiani; Yohana Tiara Gultom; Abelia Bintari Situmeang; Nayla Zahrotul Ummah; Marsen Halomoan Situngkir; Arridho Amry Fadhilah; Irham Daffa Alfahri; Gavriel Hulu
Dinamis : Jurnal Inovasi dan Transformasi Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2026): Juni: Dinamis: Jurnal Inovasi dan Transformasi Pendidikan
Publisher : Lembaga Penerbit Penelitian Multidisipliner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67096/dinamis.v1i2.136

Abstract

Perubahan nilai-nilai sosiokultural di era digital menghadirkan tantangan unik bagi dunia pendidikan, terutama dalam pembentukan karakter anak-anak sekolah dasar. Ketergantungan pada perangkat elektronik sering kali memicu sikap individualisme serta melemahkan disiplin dan keterampilan sosial anak-anak. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) memiliki potensi yang signifikan sebagai intervensi pembentukan karakter karena interaksi fisiknya yang langsung. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemeriksaan mendalam terhadap efektivitas pengintegrasian kearifan lokal khususnya permainan tradisional dalam memperkuat disiplin dan kerja sama di antara siswa sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah tinjauan pustaka, yang melibatkan analisis kritis terhadap berbagai sumber ilmiah, jurnal terkemuka, dan buku teks yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal, ketika diterapkan melalui aktivitas fisik terstruktur, terbukti efektif sebagai stimulus moral. Aturan yang melekat dalam permainan tradisional menumbuhkan disiplin siswa secara mandiri dan tanpa paksaan, sementara dinamika kelompok dalam permainan tersebut memaksa siswa untuk mengesampingkan ego mereka demi mencapai tujuan bersama (kerja sama). Kesimpulannya, kearifan lokal bukan sekadar bahan pelengkap untuk pelestarian budaya, melainkan pendekatan instruksional strategis yang esensial untuk mengembangkan dimensi afektif siswa sekolah dasar.