Ratih Ajeng Kusuma
Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Darul Ulum, Lampung Timur

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Paradigma Baru Kebijakan Moneter Syariah: Model Kerangka Kerja untuk Stabilitas dan Inklusi Keuangan Berkelanjutan Sukma Jaya; M Iqbal Syaifullah; Ratih Ajeng Kusuma; Saniatul Hidayah
Mekar: Jurnal Dinamika Manajemen dan Akuntansi Modern Vol. 1 No. 3 (2026): September: Mekar: Jurnal Dinamika Manajemen dan Akuntansi Modern
Publisher : Lembaga Penerbit Penelitian Multidisipliner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67096/mekar.v1i3.409

Abstract

Perkembangan ekonomi global, transformasi digital, serta tuntutan pembangunan berkelanjutan mendorong perlunya reformulasi kebijakan moneter syariah yang tidak hanya berorientasi pada stabilitas harga, tetapi juga pada inklusi keuangan dan kesejahteraan sosial. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model kerangka kerja kebijakan moneter syariah yang mampu mengintegrasikan stabilitas moneter, inklusi keuangan, dan keberlanjutan ekonomi dalam satu paradigma yang komprehensif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan melalui analisis berbagai literatur ilmiah, dokumen kebijakan, dan publikasi terkait ekonomi serta keuangan syariah. Analisis dilakukan menggunakan teknik content analysis dan sintesis konseptual untuk mengidentifikasi hubungan antarkomponen kebijakan moneter syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paradigma kebijakan moneter syariah yang selama ini berfokus pada stabilitas makroekonomi perlu diperluas dengan memasukkan dimensi inklusi keuangan dan pembangunan berkelanjutan. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini mengembangkan model Sustainable Islamic Monetary Framework (SIMF) yang menempatkan maqāṣid al-sharī‘ah sebagai landasan normatif dengan tiga pilar utama, yaitu stabilitas moneter, inklusi keuangan, dan keberlanjutan ekonomi. Model ini menawarkan pendekatan transformasional yang mengintegrasikan instrumen moneter syariah, keuangan sosial Islam, dan teknologi digital untuk mendukung sistem ekonomi yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan.
Fenomena Over-Indebtedness pada Pengguna Fintech Syariah: Analisis Hukum Ekonomi Syariah dan Implikasi Yuridis Mudiharjo; I Gusti Putu Budi Arta; Ratih Ajeng Kusuma; Andika Saputra
Demokrasi: Jurnal Ilmu Sosial, Politik, dan Hukum Vol. 1 No. 3 (2026): September: Demokrasi: Jurnal Ilmu Sosial, Politik, dan Hukum
Publisher : Lembaga Penerbit Penelitian Multidisipliner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67096/demokrasi.v1i3.402

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah mendorong transformasi sektor jasa keuangan melalui hadirnya financial technology (fintech). Tujuan dari penulisan artikel ini untuk mengetahui fenomena Over-Indebtedness pada pengguna Fintech syariah: analisis hukum ekonomi syariah dan implikasi yuridis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif (yuridis normatif). Penelitian hukum normatif merupakan penelitian yang berfokus pada pengkajian norma-norma hukum yang berlaku melalui analisis terhadap peraturan perundang-undangan, prinsip-prinsip hukum, fatwa, doktrin, serta berbagai literatur yang berkaitan dengan objek penelitian. Hasil penelitian yang pertama yaitu meningkatkan literasi keuangan syariah, fenomena over-indebtedness pada pengguna fintech syariah menunjukkan bahwa kemudahan akses pembiayaan digital belum diimbangi dengan tingkat literasi keuangan syariah yang memadai. Yang kedua memperkuat penerapan prinsip kehatian-hati, penerapan prinsip kehati-hatian merupakan salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan fintech syariah untuk mencegah terjadinya fenomena over-indebtedness. Yang ketiga menyempurnakan regulasi dan perlindungan hukum, penyempurnaan regulasi dan perlindungan hukum merupakan langkah penting dalam mencegah terjadinya fenomena over-indebtedness pada pengguna fintech syariah.