Penelitian ini bertujuan merekonstruksi konsep altruisme Qur’ani sebagai respons terhadap kecenderungan individualisme pada Generasi Z melalui integrasi pendekatan tafsir tematik dan grounded theory. Kajian altruisme modern selama ini cenderung berfokus pada dimensi psikologis individual berbasis empati, sehingga belum sepenuhnya mengakomodasi aspek moral dan spiritual yang menjadi fondasi perilaku sosial dalam Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif dengan metode grounded theory berbasis teks (text-based grounded theory). Data penelitian berupa ayat-ayat Al-Qur’an yang relevan secara semantik dengan konsep altruisme, seperti kepedulian sosial, pengorbanan, empati, dan tanggung jawab moral. Sebanyak 19 ayat dipilih secara purposif dan dianalisis melalui tahapan open coding, axial coding, dan selective coding dengan dukungan perangkat lunak ATLAS.ti 9.0. Validitas data diperkuat melalui triangulasi dengan Tafsir al-Misbah, Tafsir Ibn Kathir, dan Mafātiḥ al-Ghayb. Hasil penelitian menunjukan bahwa konstruksi altruisme Qur’ani terbentuk melalui tiga domain utama, yaitu internal orientation, social altruistic action, dan spiritual transcendental orientation. Dimensi internal orientation mencakup empati, keikhlasan, dan kesadaran moral; social altruistic action meliputi īthār, solidaritas sosial, dan pengorbanan; sedangkan spiritual-transcendental orientation mencakup orientasi ibadah, ridha Allah, dan kesadaran pahala ukhrawi. Ketiga dimensi tersebut terintegrasi dalam model Qur’anic Altruism Construction (QAC) yang memperluas teori altruisme modern dengan menambahkan aspek spiritual-transendental sebagai fondasi perilaku sosial. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan psikologi Islam dan tafsir sosial Al-Qur’an melalui penyusunan model konseptual altruisme yang sistematis, kontekstual, dan relevan dalam merespons fenomena individualisme Generasi Z.