Cut Berliana Hastriya
Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kesenjangan Capaian Kognitif dan Afektif dalam Pembelajaran IPS Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Salwanifa Balqis Sabari; Afrin Ammara Zahrah; Siti Chaerunnisah; Cut Berliana Hastriya
Dinamis : Jurnal Inovasi dan Transformasi Pendidikan Vol. 1 No. 3 (2026): September: Dinamis: Jurnal Inovasi dan Transformasi Pendidikan
Publisher : Lembaga Penerbit Penelitian Multidisipliner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67096/dinamis.v1i3.344

Abstract

Kesenjangan antara capaian afektif dan kognitif siswa merupakan persoalan mendasar yang sering luput dari perhatian dalam evaluasi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan, mendeskripsikan, dan menganalisis pola kesenjangan antara capaian afektif (sikap sosial) dan capaian kognitif (pemahaman konsep kenampakan alam dan kegiatan ekonomi) siswa kelas IV sekolah dasar. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan populasi seluruh siswa kelas IV A pada salah satu sekolah dasar negeri di Jakarta Timur, dan sampel jenuh sebanyak 29 siswa. Data dikumpulkan melalui tes pilihan ganda untuk mengukur ranah kognitif dan lembar observasi sikap berskala 1–4 untuk mengukur ranah afektif, kemudian dianalisis secara deskriptif dan korelasional menggunakan koefisien korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan rerata nilai kognitif siswa sebesar 62,07 (rentang 35–85; SD = 14,55), sedangkan rerata nilai afektif sebesar 76,82 (rentang 62,5–97,5; SD = 7,88). Sebanyak 58,6% siswa berada di bawah kriteria ketuntasan minimal pada ranah kognitif, sementara 72,4% siswa mencapai kategori sikap baik hingga sangat baik. Koefisien korelasi antara kedua variabel tergolong lemah hingga sedang (r = 0,40), yang mengindikasikan bahwa sikap sosial yang positif tidak selalu diikuti oleh pemahaman konseptual yang optimal. Kesenjangan ini diduga dipengaruhi oleh faktor internal berupa perbedaan kemampuan individu dan kepercayaan diri, serta faktor eksternal berupa metode dan media pembelajaran yang belum sepenuhnya mengakomodasi keragaman kemampuan siswa. Temuan ini menegaskan pentingnya penilaian autentik yang mengintegrasikan tiga ranah belajar serta penerapan strategi pembelajaran terdiferensiasi dalam pembelajaran IPS di sekolah dasar.