Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem belis wanita Adonara yang diterapkan saat ini, memahami pandangan masyarakat Adonara terhadap belis dari perspektif keuangan, serta menganalisis dampak sistem belis terhadap kesejahteraan keluarga. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian dilaksanakan di Desa Hoko Horowura, Kecamatan Adonara Tengah, Kabupaten Flores Timur. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap tokoh adat serta masyarakat yang telah menikah dari pihak laki-laki dan perempuan. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem belis di masyarakat Adonara masih mempertahankan nilai-nilai adat sebagai bentuk penghormatan terhadap perempuan, pengikat hubungan kekerabatan, dan pelestarian budaya. Dalam pelaksanaannya, terdapat penyesuaian jumlah maupun bentuk belis berdasarkan hasil musyawarah dengan mempertimbangkan kemampuan ekonomi kedua belah pihak. Dari perspektif keuangan, belis dipandang sebagai kewajiban adat sekaligus keputusan ekonomi rumah tangga yang memerlukan perencanaan keuangan melalui pengelolaan pendapatan, tabungan, hasil pertanian, serta dukungan keluarga besar. Namun, besarnya biaya belis menyebabkan sebagian keluarga harus menggunakan pinjaman, menjual aset produktif, mengurangi tabungan, atau menunda pelaksanaan perkawinan. Sistem belis juga memberikan dampak ganda terhadap kesejahteraan keluarga. Dari sisi sosial budaya, belis memperkuat hubungan kekerabatan, solidaritas, partisipasi sosial, dan pelestarian budaya. Dari sisi ekonomi, besarnya biaya belis dapat memengaruhi kemampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan dasar, pendidikan, kesehatan, dan menjaga stabilitas ekonomi keluarga. Oleh karena itu, pelaksanaan belis perlu mempertahankan nilai budaya dengan tetap mempertimbangkan kemampuan ekonomi keluarga agar kewajiban adat tidak mengurangi kesejahteraan rumah tangga.