Delisma Marsauli Simorangkir
1,2,3 Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Deli Husada Deli Tua, Jalan Besar No. 77 Deli Tua 20355 Kab. Deli Serdang-Sumatera Utara, Indonesia.

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Formalin pada Bakso yang Dijual di Deli Tua Timur Gratia Apulina Cindylawsa; Delisma Marsauli Simorangkir; Tio Ranti Sari Sembiring
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.14334

Abstract

Bakso merupakan salah satu produk olahan daging yang banyak digemari masyarakat. Dalam proses pembuatannya sering ditemukan penyalahgunaan bahan berbahaya salah satunya adalah formalin yang digunkan untuk memperpanjang daya simpan.produk. Formalin adalah larutan formaldehida dalam air yang bersifat toksik dan bukan termasuk bahan tambahan pangan (BTP) yang diizinkan penggunaannya dalam makanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan formalin pada bakso yang dijual di Deli Tua Timur. Sampel bakso diperoleh secara acak dari beberapa pedagang di wilayah tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dengan uji warna menggunakan pereaksi KMnO4 dan metode kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Vis yang diukur pada panjang gelombang 336 nm untuk formalin. Validasi metode yang dilakukan terhadap metode meliputi parameter akurasi, presisi, linearitas. batas deteksi, dan batas kuantifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 3 dari 5 sampel memiliki hasil positif mengandung formalin berdasarkan uji kualitatif, dan analisis kuantitatif memperlihatkan kadar formalin pada bakso A 2,316 mg/g, bakso B 1,73891 mg/g, dan bakso C 1,15456 mg/g. Hasil uji validasi pada bakso A diperoleh persen recovery 98,38% dan simpangan baku relatif 0,29%, pada diperoleh persen recovery bakso B 101,43% dan simpangan baku relatif 0,41%, dan bakso C diperoleh persen recovery 106,13% dan simpangan baku relatif 0,90%. Semua parameter validasi berada dalam kisaran yang dapat diterima. Dapat disimpulkan bahwa masih terdapat penyalahgunaan formalin pada bakso yang beredar di Deli Tua Timur