Gangguan metabolik dan masalah gizi masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Namun, upaya deteksi dini di tingkat komunitas masih terbatas dan belum terintegrasi dengan pendekatan berbasis penelitian. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan skrining kesehatan kolaboratif guna mendeteksi dini gangguan metabolik, mengidentifikasi faktor risiko nutrisi, serta mempersiapkan analisis parasit intestinal sebagai bagian dari penelitian kesehatan berbasis masyarakat. Kegiatan dilaksanakan di Desa Bontonyeleng dan Desa Garuntungan Kabupaten Bulukumba pada tahun 2026 dengan melibatkan 20 peserta yang terdiri dari ibu dan remaja. Pemeriksaan meliputi glukosa darah, kolesterol, dan asam urat menggunakan metode point of care testing (POCT), pengukuran antropometri, edukasi kesehatan, serta pengambilan sampel feses. Hasil menunjukkan bahwa 30,0% peserta memiliki glukosa darah tinggi, 35,0% memiliki kadar kolesterol tinggi, dan 25,0% memiliki kadar asam urat tinggi. Sebanyak 30,0% peserta berisiko mengalami kekurangan energi kronis (KEK). Sampel feses berhasil dikumpulkan untuk analisis laboratorium lanjutan, meskipun hasil pemeriksaan belum tersedia pada tahap ini. Pengetahuan peserta meningkat dari 42,0% sebelum kegiatan menjadi 85,0% setelah kegiatan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi skrining kesehatan dengan pendekatan penelitian dapat meningkatkan deteksi dini masalah kesehatan serta mendukung intervensi kesehatan selanjutnya. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung upaya pencegahan stunting berbasis komunitas melalui identifikasi dini faktor risiko kesehatan ibu dan keluarga